Microsoft Word menjadi alat utama dalam keseharian itu. Namun masalahnya jarang pada aplikasinya, melainkan pada waktu dan energi guru yang terkuras untuk pekerjaan teknis berulang. Banyak guru akhirnya lebih sibuk mengatur format daripada memikirkan substansi pembelajaran.
Di sinilah prompt -kalimat perintah atau petunjuk yang kita tulis untuk memberi tahu komputer atau aplikasi apa yang kita inginkan- menjadi alat bantu yang layak diperhitungkan. Prompt bukan sesuatu yang rumit. Ia hanyalah instruksi tertulis yang jelas tentang apa yang ingin dibuat. Dengan prompt yang tepat, guru bisa menghasilkan dokumen yang lebih rapi, terstruktur, dan mudah disesuaikan, tanpa harus selalu memulai dari nol.
Dalam konteks ini, guru dapat memanfaatkan berbagai layanan AI generatif seperti ChatGPT, Claude, Gemini AI, dan platform sejenis sebagai asisten penulisan dan perencanaan dokumen. Alat-alat ini dapat membantu menyusun draf RPP, merancang materi ajar, membuat contoh soal, hingga merapikan bahasa dan struktur dokumen di Microsoft Word. Penggunaannya bersifat pendukung, bukan pengganti peran guru, karena hasil yang dihasilkan tetap perlu ditinjau, disesuaikan dengan kondisi kelas, dan dipastikan selaras dengan tujuan pembelajaran.
Tulisan ini menyajikan contoh-contoh prompt untuk guru Matematika, tetapi sifatnya fleksibel. Setiap prompt bisa diedit, dipersempit, atau diperluas sesuai jenjang, kurikulum, dan kebutuhan masing-masing guru mapel lain.
A. Prompt Perencanaan Pembelajaran
Perencanaan sering kali menjadi pekerjaan paling awal sekaligus paling melelahkan. Prompt yang jelas membantu mempercepat proses ini.
Contoh prompt RPP lengkap
“Susun RPP Matematika untuk kelas [X/XI/XII] semester [ganjil/genap] sesuai Kurikulum [K13/Merdeka]. RPP disajikan dalam format Microsoft Word yang rapi dan mudah diedit, menggunakan heading yang konsisten dan tabel. Sertakan identitas mata pelajaran, kompetensi/tujuan pembelajaran, materi pokok, model dan metode pembelajaran, langkah-langkah kegiatan (pendahuluan, inti, penutup), media dan sumber belajar, serta teknik dan instrumen asesmen. Gunakan bahasa formal, jelas, dan praktis agar siap digunakan oleh guru di kelas.”
Contoh prompt RPP ringkas
“Buatkan RPP 1 lembar mata pelajaran Matematika untuk materi [nama topik] kelas [kelas/semester], disusun secara praktis sesuai Kurikulum [K13/Merdeka]. Sajikan dalam format Microsoft Word yang rapi dan mudah diedit, mencakup tujuan pembelajaran, kegiatan pendahuluan–inti–penutup, asesmen, serta penguatan karakter dan profil pelajar.”
Contoh prompt modul ajar
“Tuliskan modul ajar Matematika untuk siswa SMA kelas [X/XI/XII] semester [ganjil/genap] pada materi [nama materi]. Susun dalam format dokumen Microsoft Word yang rapi dan mudah dibaca, mencakup: identitas modul, tujuan pembelajaran, peta konsep singkat, uraian materi yang runtut dan komunikatif, contoh soal beserta pembahasan langkah demi langkah, latihan soal bertingkat (mudah–sedang–menantang), refleksi siswa, serta penutup berupa rangkuman dan tindak lanjut pembelajaran. Gunakan bahasa yang jelas, sistematis, dan sesuai tingkat pemahaman siswa.”
Prompt semacam ini memberi kerangka awal yang bisa langsung disesuaikan oleh guru.
B. Prompt Penyusunan Materi dan Bahan Ajar
Dokumen materi sering digunakan berulang. Karena itu, kerapian dan alurnya sangat penting.
Contoh prompt materi tertulis
“Jelaskan materi Matematika [topik] secara runtut dan sistematis untuk siswa [jenjang/kelas]. Sajikan dengan bahasa yang sederhana dan komunikatif, dimulai dari pengantar konsep, penjelasan inti, contoh penerapan, hingga rangkuman. Susun dalam format bahan ajar Microsoft Word yang rapi, menggunakan subjudul yang jelas, paragraf terstruktur, serta penulisan simbol dan istilah Matematika yang konsisten.”
Contoh prompt ringkasan
“Buatkan ringkasan materi dan rumus Matematika topik [nama topik] dalam bentuk tabel yang rapi untuk Microsoft Word. Sertakan kolom: konsep inti, rumus utama, keterangan/syarat penggunaan, dan contoh singkat. Gunakan bahasa yang jelas dan mudah dipahami siswa, susun sistematis, dan pastikan format tabel konsisten serta siap dicetak.”
Contoh prompt materi bertingkat
“Susun materi Matematika dari pengantar konsep hingga penerapan soal tingkat lanjut untuk siswa [jenjang/kelas], disajikan secara runtut dan komunikatif. Materi mencakup tujuan pembelajaran, penjelasan konsep inti, contoh soal bertahap, latihan mandiri, serta rangkuman. Formatkan agar rapi dan siap dimasukkan ke dokumen Microsoft Word.”
Prompt ini membantu guru menghasilkan dokumen yang konsisten dari satu pertemuan ke pertemuan lain.
C. Prompt Pembuatan Soal dan Latihan
Soal adalah bagian yang paling sering disusun ulang. Prompt yang baik menghemat banyak waktu.
Contoh prompt soal dengan pembahasan
“Buatkan beberapa contoh soal Matematika untuk materi [topik] pada jenjang [SD/SMP/SMA] kelas [kelas], terdiri atas tingkat kesulitan mudah, sedang, dan menantang. Sertakan pembahasan langkah demi langkah dengan penjelasan yang runtut dan mudah dipahami siswa. Sajikan dalam format yang rapi dan konsisten, siap digunakan dalam dokumen Microsoft Word (judul, penomoran soal, dan pemisahan jelas antara soal dan pembahasan).”
Contoh prompt latihan bertingkat
“Susun latihan soal Matematika untuk materi [topik] pada kelas [kelas/jenjang], terdiri atas tingkat kesulitan mudah, sedang, dan sulit. Setiap tingkat memuat beberapa butir soal yang bervariasi, disusun rapi dalam format Microsoft Word, lengkap dengan kunci jawaban dan pembahasan singkat. Gunakan bahasa yang jelas, notasi Matematika konsisten, dan tata letak yang siap dicetak.”
Contoh prompt soal kontekstual
“Buatkan 5–10 soal cerita Matematika untuk siswa SMA yang relevan dengan kehidupan sehari-hari mereka. Sertakan berbagai tingkat kesulitan, dari mudah hingga menantang, dan tuliskan kunci jawaban serta langkah penyelesaiannya. Gunakan bahasa yang mudah dipahami siswa, hindari istilah yang terlalu teknis, dan pastikan setiap soal bisa langsung dimasukkan ke dalam dokumen Microsoft Word. Tambahkan catatan singkat untuk guru tentang tujuan pembelajaran yang terkait dengan setiap soal.”
Dokumen soal yang rapi juga memudahkan guru menyusunnya kembali menjadi bank soal.
D. Prompt Penilaian dan Evaluasi
Penilaian tidak hanya soal angka, tetapi juga dokumentasi proses belajar.
Contoh prompt ulangan
“Susun soal ulangan harian untuk mata pelajaran Matematika dengan materi [topik]. Soal terdiri dari kombinasi pilihan ganda dan esai, disertai kunci jawaban lengkap dan pembahasan singkat untuk tiap soal. Formatkan agar siap dicetak langsung dari Microsoft Word: gunakan nomor soal otomatis, tabel atau bullet untuk jawaban pilihan ganda, spasi yang nyaman untuk menulis jawaban esai, dan heading yang jelas untuk tiap bagian. Sertakan juga instruksi singkat bagi siswa dan alokasi waktu pengerjaan.”
Contoh prompt rubrik
““Buatkan rubrik penilaian Matematika dalam bentuk tabel Microsoft Word dengan kolom untuk: kriteria penilaian, deskripsi indikator, skor maksimal, dan skor yang diperoleh. Rubrik ini digunakan untuk menilai pemahaman konsep, ketepatan langkah penyelesaian soal, kerapian penulisan, dan kemampuan analisis siswa. Tambahkan juga kategori nilai seperti ‘Sangat Baik’, ‘Baik’, ‘Cukup’, dan ‘Perlu Bimbingan’, beserta deskripsi singkat untuk masing-masing kategori. Format tabel rapi dengan heading jelas, agar guru dapat langsung mengisi skor per siswa tanpa perlu mengubah struktur.”
Contoh prompt analisis
“Tuliskan laporan analisis kesalahan yang sering dilakukan siswa pada materi Matematika [topik] dalam format Microsoft Word. Laporan harus memuat:
1. Judul dan identitas kelas: Nama kelas, semester, tanggal pengamatan, dan jumlah siswa.
2. Ringkasan materi: Uraikan secara singkat topik yang diajarkan.
3. Deskripsi kesalahan umum: Sebutkan jenis kesalahan yang paling sering muncul, misalnya konsep yang belum dipahami, perhitungan yang salah, atau interpretasi soal yang keliru.
4. Contoh konkret: Sertakan 2–3 contoh soal beserta jawaban siswa yang salah, lengkap dengan penjelasan mengapa jawaban tersebut keliru.
5. Analisis penyebab: Identifikasi kemungkinan penyebab kesalahan, misalnya kurang latihan, miskonsepsi konsep, atau ketidaktelitian.
6. Rekomendasi tindak lanjut: Berikan saran remedial, latihan tambahan, atau strategi pengajaran untuk mengatasi kesalahan tersebut.
7. Format Word siap pakai: Gunakan heading untuk tiap bagian, tabel jika perlu untuk merangkum kesalahan, dan bahasa formal tetapi mudah dipahami.
Catatan: Laporan harus bisa langsung diedit, dicetak, atau dijadikan arsip guru.”
Prompt ini membantu guru menyimpan jejak evaluasi secara lebih sistematis.
E. Prompt LKPD dan Aktivitas Siswa
Dokumen aktivitas membantu pembelajaran lebih aktif dan terarah.
Contoh prompt LKPD eksploratif
“Susun Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) untuk Matematika berbasis aktivitas penemuan dengan topik [topik], ditujukan untuk siswa kelas [X/XI/XII]. LKPD harus berisi tujuan pembelajaran, langkah-langkah kegiatan yang memandu siswa menemukan konsep sendiri, pertanyaan pemantik, ruang jawaban yang jelas, serta contoh ilustrasi atau diagram jika perlu. Dokumen disusun rapi di Microsoft Word agar mudah dicetak dan digunakan di kelas, dengan format konsisten, heading jelas, dan penomoran yang terstruktur. Sertakan juga catatan bagi guru untuk mendampingi setiap langkah aktivitas.”
Contoh prompt LKPD diskusi
“Buatkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) untuk mata pelajaran Matematika kelas [X/XI/XII] dengan pendekatan kerja kelompok. LKPD harus memuat:
1. Judul dan topik yang jelas sesuai kurikulum.
2. Tujuan pembelajaran yang spesifik dan terukur.
3. Petunjuk kerja kelompok, termasuk jumlah anggota kelompok dan peran masing-masing.
4. Pertanyaan pemantik yang memicu diskusi dan eksplorasi konsep, disusun dari level mudah hingga menantang.
5. Ruang jawaban atau tabel untuk setiap pertanyaan agar siswa bisa menulis langsung di dokumen Word.
6. Catatan guru atau tips pembimbingan untuk memandu fasilitasi kelompok.
7. Format yang rapi dan konsisten, siap dicetak, dengan penggunaan heading, tabel, dan nomor pertanyaan yang jelas.
Hasilnya diharapkan berupa dokumen Word yang lengkap, terstruktur, dan dapat diedit sesuai kebutuhan guru.”
LKPD yang tertata baik memudahkan siswa memahami instruksi tanpa banyak penjelasan ulang.
F. Prompt Remedial dan Pengayaan
Dokumen ini sering diminta, tetapi jarang disiapkan secara serius.
Contoh prompt remedial
“Buatkan program remedial Matematika untuk siswa yang belum mencapai ketuntasan pada materi [topik], format Word.”
Contoh prompt pengayaan
“Buatkan program remedial Matematika untuk siswa yang belum mencapai ketuntasan pada materi [topik]. Program ini harus disusun dalam format Microsoft Word yang rapi, mencakup:
1. Tujuan remedial: deskripsi singkat tentang kompetensi yang ingin dicapai siswa.
2. Materi pendukung: ringkasan konsep utama, rumus penting, dan contoh soal dasar.
3. Langkah kegiatan: panduan kegiatan belajar siswa secara bertahap, termasuk instruksi untuk guru.
4. Latihan soal: soal latihan bertingkat dari mudah ke sulit beserta kunci jawaban.
5. Evaluasi: format lembar evaluasi untuk menilai pemahaman siswa setelah remedial.
Catatan guru: ruang untuk mencatat kemajuan siswa dan strategi tambahan jika diperlukan.
Susun seluruh konten dengan heading dan tabel yang jelas, agar mudah dibaca dan digunakan di kelas. Tambahkan ruang kosong untuk catatan siswa jika diperlukan, dan pastikan dokumen siap dicetak atau dibagikan secara digital.”
Prompt membantu guru menyiapkan variasi pembelajaran tanpa kerja berulang.
G. Prompt Administrasi Guru
Administrasi adalah kenyataan yang tidak bisa dihindari.
Contoh prompt jurnal
“Buatkan format jurnal mengajar harian untuk guru Matematika dalam dokumen Microsoft Word. Format harus rapi dan mudah diisi, terdiri dari:
1. Tanggal dan hari pembelajaran.
2. Kelas/semester dan mata pelajaran.
3. Materi pokok yang diajarkan.
4. Tujuan pembelajaran singkat.
5. Langkah kegiatan (pendahuluan, inti, penutup).
6. Metode dan media pembelajaran yang digunakan.
7. Catatan tentang keterlibatan siswa dan kendala yang muncul.
8. Refleksi guru tentang keberhasilan dan hal yang perlu ditingkatkan.
Sertakan tabel atau kolom untuk setiap bagian agar mudah diisi secara manual atau digital, gunakan style Word yang konsisten agar bisa digunakan ulang setiap hari, dan buat formatnya fleksibel supaya guru dapat menyesuaikan sesuai kebutuhan kelas.”
Contoh prompt laporan
“Tuliskan laporan pembelajaran Matematika untuk satu bab, menggunakan bahasa formal dan sistematis, yang siap dimasukkan ke Microsoft Word. Laporan harus mencakup:
1. Judul Bab dan Topik: tulis judul bab dan subtopik secara jelas.
2. Tujuan Pembelajaran: jelaskan kompetensi yang ingin dicapai siswa.
3. Materi Pokok: ringkas materi secara runtut, gunakan poin-poin jika perlu.
4. Metode Pembelajaran: uraikan strategi atau pendekatan yang digunakan selama proses belajar mengajar.
5. Kegiatan Pembelajaran: deskripsikan langkah kegiatan dari pendahuluan, inti, hingga penutup.
6. Media dan Sumber: sebutkan alat bantu dan referensi yang digunakan.
7. Evaluasi dan Penilaian: tuliskan bentuk evaluasi atau soal yang digunakan beserta indikator keberhasilan.
8. Refleksi Guru: berikan catatan tentang keberhasilan pembelajaran dan hal yang perlu diperbaiki.
Pastikan laporan rapi, konsisten, menggunakan paragraf terstruktur, subjudul jelas, dan siap dicetak di Microsoft Word.”
Dengan template dan prompt, dokumen administrasi menjadi lebih ringan dikerjakan.
H. Prompt Penyuntingan dan Kualitas Dokumen
Kerapian bukan soal estetika semata, tetapi kejelasan.
Contoh prompt perapihan
“Rapikan dokumen Matematika ini agar penulisan simbol, notasi, tabel, dan paragraf konsisten dengan standar Microsoft Word. Pastikan format heading (Heading 1, 2, 3) digunakan secara konsisten, tabel memiliki batas dan spasi yang rapi, daftar poin tersusun jelas, dan semua persamaan atau rumus terlihat proporsional. Perbaiki jarak spasi antar paragraf, gunakan font profesional yang seragam, dan tambahkan nomor halaman serta header/footer sesuai standar dokumen guru. Jangan ubah isi materi, hanya tata letak dan format. [teks]”
Contoh prompt penyuntingan
“Sunting teks berikut agar bahasanya jelas, efektif, dan sesuai standar penulisan materi Matematika untuk siswa SMA. Perbaiki struktur kalimat, gunakan istilah yang tepat, buat paragraf lebih rapi, hilangkan pengulangan yang tidak perlu, dan pastikan alur penjelasan logis dari pengenalan konsep hingga contoh. Tetap pertahankan semua informasi penting dan rumus yang ada. Jika perlu, tambahkan penjelasan singkat atau contoh sederhana agar lebih mudah dipahami siswa. [teks]”
Prompt ini membantu meningkatkan kualitas dokumen tanpa mengubah isinya.
I. Prompt Produktivitas Lanjutan
Untuk guru yang ingin bekerja lebih sistematis.
Contoh prompt template
“Rancang template Microsoft Word khusus untuk guru Matematika yang mencakup beberapa dokumen penting:
1. RPP: Tampilkan judul, tujuan pembelajaran, indikator pencapaian, langkah kegiatan, media/alat, dan asesmen. Gunaka
n tabel dan heading yang konsisten agar mudah diedit.
2. Modul Ajar: Susun bagian pengantar, materi utama, contoh soal, latihan, dan rangkuman. Tambahkan ruang untuk catatan guru atau siswa.
3. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik): Sertakan kolom petunjuk, pertanyaan, dan jawaban siswa. Buat format yang rapi dan bisa dicetak langsung.
4. Soal: Buat template soal pilihan ganda dan esai, lengkap dengan kolom kunci jawaban, nomor soal otomatis, dan tempat catatan guru.
5. Format dokumen menggunakan heading, bullet, dan tabel yang konsisten, margin standar, font profesional, serta siap dicetak atau dibagikan secara digital. Pastikan semua bagian mudah diedit dan fleksibel untuk digunakan kembali di berbagai topik Matematika.”
Contoh prompt alur kerja
“Susun alur kerja pembuatan dokumen pembelajaran Matematika secara lengkap dari perencanaan hingga evaluasi. Sertakan langkah-langkah berikut: penyusunan RPP, pembuatan modul ajar, penyusunan lembar kerja siswa (LKPD), pembuatan soal latihan dan ulangan, penyusunan rubrik penilaian, hingga laporan hasil pembelajaran. Buat alur kerja ini dalam format Microsoft Word yang rapi, gunakan heading, tabel atau bullet point untuk setiap tahap, serta berikan tips agar setiap dokumen mudah diedit dan disesuaikan sesuai kebutuhan guru.”
Di tahap ini, Word tidak lagi sekadar alat mengetik, melainkan bagian dari sistem kerja guru.
Penutup
Prompt bukan pengganti peran guru, apalagi pengganti proses berpikir. Ia hanyalah alat bantu agar energi guru lebih banyak tercurah pada hal yang esensial: merancang pembelajaran.
Contoh-contoh prompt di atas ditujukan untuk guru Matematika, tetapi sifatnya lentur. Guru dapat mengubah istilah, tingkat kelas, bahkan struktur kalimat sesuai kebutuhan. Kuncinya ada pada kejelasan instruksi.
Ketika dokumen tersusun rapi dan mudah disesuaikan, pekerjaan guru menjadi lebih manusiawi. Bukan lebih sedikit, mungkin, tetapi lebih masuk akal. Dan itu sudah merupakan kemajuan besar dalam dunia pendidikan yang serba menuntut ini. *|°