Palembang, HidayatullahSumsel.com – Ramadan sering dimaknai sebagai bulan ibadah yang memperdalam hubungan manusia dengan Allah. Namun bagi organisasi dakwah, Ramadan juga menjadi momentum memperkuat ukhuwah, membina kader, serta menyegarkan kembali komitmen perjuangan. Semangat inilah yang mewarnai kegiatan Safari Ramadan 1447 Hijriah yang dilaksanakan oleh DPW Hidayatullah Sumatera Selatan selama 4 hari dari 6-9 Maret 2026.
Kegiatan ini bukan sekadar kunjungan biasa. Safari Ramadan menjadi ruang silaturahim sekaligus forum pembinaan kader dan sosialisasi berbagai kebijakan organisasi. Beberapa agenda penting yang disampaikan dalam safari ini antara lain pendataan Kartu Tanda Anggota (KTA), Gerakan Nawafil Hidayatullah (GNH), serta program Ramadan yang diharapkan dapat dijalankan secara sinergis oleh seluruh struktur dan kader.
Dipimpin langsung oleh Ketua DPW Hidayatullah Sumatera Selatan, Ustadz Irwan Sambasong, perjalanan safari ini menempuh rute panjang melintasi berbagai kabupaten di Sumatera Selatan. Bukan hanya jarak yang jauh, kondisi infrastruktur dan perjalanan yang menantang juga menjadi bagian dari cerita yang menyertai safari tersebut.
Perjalanan Dimulai ke Musi Banyuasin
Safari Ramadan dimulai pada 6 Maret 2026 dengan tujuan pertama DPD Hidayatullah Musi Banyuasin. Perjalanan menuju wilayah ini memakan waktu sekitar delapan jam. Jarak yang jauh dan kondisi jalan yang beragam tidak menyurutkan semangat rombongan untuk bersilaturahim dengan para kader di daerah tersebut.
Setibanya di Musi Banyuasin, rangkaian kegiatan langsung dimulai. Pada malam harinya, Ketua DPW Hidayatullah Sumsel, Ustadz Irwan Sambasong, mengisi tausiyah Ramadan sekaligus menjadi imam salat tarawih di Masjid Agung Darussalam, Desa Bayat Ilir, Kecamatan Bayung Lencir.
Masjid tersebut menjadi titik pertemuan antara pengurus daerah, kader, dan masyarakat sekitar. Dalam tausiyahnya, Ustadz Irwan menekankan tentang alasan mengapa manusia diciptakan, yakni untuk penghambaan kepada Allah Taala dan menjadi khalifah-Nya.
Suasana malam itu berlangsung hangat. Jamaah memenuhi masjid, sementara para kader memanfaatkan momen tersebut untuk berdialog langsung dengan masyarakat setempat.
Selain itu, dalam pertemuan dengan pengurus DPD Hidayatullah Muba, juga mengingatkan bahwa kader Hidayatullah memiliki tanggung jawab untuk menjaga kesinambungan perjuangan melalui keterlibatan aktif dalam program-program organisasi.
Menyusuri Jalan Panjang Menuju Musi Rawas
Keesokan harinya, 7 Maret 2026, perjalanan safari dilanjutkan menuju DPD Hidayatullah Musi Rawas. Namun perjalanan menuju daerah ini tidak berjalan mulus.
Kerusakan infrastruktur, baik jalan maupun jembatan, membuat rombongan harus mencari rute alternatif. Perjalanan akhirnya dialihkan melalui wilayah Provinsi Jambi.
Rute memutar tersebut ternyata menghadirkan tantangan baru. Kemacetan panjang terjadi di wilayah Kabupaten Batanghari. Belum lagi konvoi kendaraan pengangkut batu bara yang kerap melintas di Kabupaten Sarolangun turut memperlambat perjalanan.
Akibat berbagai kendala tersebut, perjalanan yang seharusnya dapat ditempuh lebih singkat akhirnya memakan waktu hingga sembilan jam.
Meski demikian, rombongan tetap tiba di Musi Rawas menjelang waktu berbuka puasa. Setelah berbuka, dilanjutkan dengan salat Maghrib dan Isya berjamaah.
Pada malam harinya, Ustadz Irwan Sambasong kembali menyampaikan tausiyah Ramadan di Masjid Desa Marga Baru, Kecamatan Muara Lakitan.
Dalam kesempatan pertemuan dengan pengurus DPD Hidayatullah Musi Rawas, tim DPW menyampaikan bahwa kekuatan organisasi tidak hanya ditentukan oleh struktur, tetapi oleh kedisiplinan kader dalam menjalankan nilai-nilai perjuangan.
Dan juga disampaikan pentingnya penguatan administrasi kader melalui kepemilikan KTA serta keterlibatan aktif dalam Gerakan Nawafil Hidayatullah, sebuah gerakan yang mendorong kader untuk memperbanyak amal ibadah sunnah sebagai fondasi spiritual perjuangan.
Perjalanan Malam Menuju Empat Lawang
Usai rangkaian kegiatan di Musi Rawas, perjalanan safari tidak berhenti. Bakda salat tarawih, rombongan kembali melanjutkan perjalanan menuju DPD Hidayatullah Empat Lawang.
Perjalanan malam yang cukup panjang akhirnya membawa rombongan tiba di Empat Lawang pada pukul 03.00 dini hari, 8 Maret 2026. Waktu yang sangat larut tidak mengurangi semangat para kader untuk tetap berkumpul dan bersilaturahim.
Di daerah ini, kegiatan difokuskan pada silaturahim dan pembinaan kader. Diskusi berlangsung dalam suasana sederhana namun penuh keakraban. Para kader menyampaikan berbagai perkembangan dakwah di wilayah mereka, sementara pimpinan wilayah memberikan arahan serta penguatan program.
Momentum tersebut juga dimanfaatkan untuk menyegarkan kembali komitmen bersama dalam menjalankan berbagai program organisasi, termasuk penguatan gerakan dakwah berbasis kader.
Setelah rangkaian kegiatan di Empat Lawang selesai, rombongan kembali melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Lahat.
Pada Ahad sore, 8 Maret 2026 sekitar pukul 16.00 WIB, rombongan Safari Ramadan akhirnya tiba di DPD Hidayatullah Lahat. Perjalanan panjang selama beberapa hari mulai terasa, namun agenda silaturahim tetap berjalan sesuai rencana.
Kegiatan dimulai setelah waktu berbuka puasa. Setelah salat Maghrib dan Isya berjamaah, para kader berkumpul untuk mengikuti sesi pembinaan dan diskusi bersama pimpinan wilayah.
Dalam forum tersebut dibahas berbagai hal terkait penguatan kaderisasi, pelaksanaan program Ramadan, serta optimalisasi gerakan dakwah di tingkat daerah.
Diskusi berlangsung cukup dinamis. Para kader menyampaikan berbagai tantangan dakwah di daerah masing-masing, mulai dari keterbatasan sumber daya hingga kebutuhan penguatan program pembinaan masyarakat.
Namun di balik berbagai tantangan tersebut, semangat kader untuk terus bergerak dalam dakwah tetap terasa kuat.
Setelah rangkaian kegiatan selesai, rombongan kembali bersiap melanjutkan perjalanan. Pada pukul 23.00 WIB, rombongan bertolak menuju Kabupaten Muara Enim.
Tiba Dini Hari di Muara Enim
Perjalanan menuju Muara Enim kembali ditempuh dalam suasana malam. Jalan yang panjang dan waktu yang semakin larut menjadi bagian dari dinamika safari tersebut.
Akhirnya, pada 9 Maret 2026 sekitar pukul 03.20 dini hari, rombongan Safari Ramadan DPW Hidayatullah Sumatera Selatan tiba di DPD Hidayatullah Muara Enim.
Waktu yang tersisa sebelum Subuh dimanfaatkan untuk makan sahur bersama. Setelah itu dilanjutkan dengan salat Subuh berjamaah.
Usai salat Subuh, kegiatan safari ditutup dengan sosialisasi berbagai program organisasi. Dalam kesempatan tersebut disampaikan kembali pentingnya kepemilikan KTA sebagai identitas kader, penguatan Gerakan Nawafil Hidayatullah sebagai fondasi spiritual, serta berbagai program Ramadan yang diharapkan dapat dijalankan secara serentak di seluruh daerah.
Menguatkan Ukhuwah dan Komitmen Perjuangan
Safari Ramadan DPW Hidayatullah Sumatera Selatan ini menjadi gambaran nyata bagaimana silaturahim, pembinaan kader, dan penguatan program organisasi dijalankan secara langsung di lapangan.
Perjalanan panjang yang menembus berbagai daerah, bahkan harus memutar lintas provinsi, menunjukkan bahwa kerja dakwah tidak selalu berjalan mudah. Namun justru di situlah nilai perjuangan itu terasa.
Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk memperkuat kembali semangat kader dalam menjalankan amanah dakwah.
Dengan semangat Ramadan, safari ini bukan hanya perjalanan fisik menempuh ratusan kilometer, tetapi juga perjalanan spiritual untuk memperkuat ukhuwah, memperdalam komitmen, dan menyegarkan kembali semangat perjuangan. *|°