Indralaya, HidayatullahSumsel.com — Masjid Aqshal Madinah, Pesantren Hidayatullah Ogan Ilir, Desa Suka Mulia, Kecamatan Indralaya Utara, Ahad (26/01/2026), tampak lebih semarak dari biasanya. Sejak Zhuhur, warga desa mulai berdatangan, memasuki area masjid yang berdiri tenang di tengah lingkungan pesantren. Hari itu bukan hari biasa. Selain peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, Pesantren Hidayatullah Ogan Ilir secara resmi melaunching Markaz Alquran dan Bahasa Arab, sebuah ikhtiar baru dalam penguatan pendidikan Alquran dan penguasaan bahasa Arab di Sumatera Selatan.
Acara yang menggabungkan dua momentum penting ini terasa istimewa. Di satu sisi, Isra Mi’raj menjadi pengingat spiritual tentang perjalanan agung Rasulullah SAW dan perintah salat. Di sisi lain, peluncuran Markaz Alquran dan Bahasa Arab menandai langkah konkret pesantren dalam membangun pusat pembinaan generasi Qurani yang berwawasan keilmuan dan peradaban.
Launching Markaz Alquran dan Bahasa Arab ini dihadiri oleh warga Desa Suka Mulia, para santri, serta jajaran pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Hidayatullah Sumatera Selatan. Kehadiran masyarakat sekitar memberi sinyal kuat bahwa pesantren bukan sekadar ruang pendidikan internal, melainkan lembaga pendidikan yang tumbuh bersama warga.
Ia menegaskan bahwa inti dari Isra Mi’raj adalah penguatan relasi manusia dengan Allah SWT. Menurutnya, perjalanan spiritual Rasulullah SAW mengajarkan ketergantungan total kepada Sang Pencipta dalam setiap keadaan.
“Orang beriman senantiasa menggantungkan hidupnya kepada Allah dalam keadaan apa pun,” ujarnya di hadapan jamaah yang menyimak dengan khidmat.
Pesan tersebut terasa relevan dengan kondisi masyarakat hari ini, ketika ketergantungan sering kali dialihkan kepada hal-hal yang bersifat material. Ustadz Lukman menekankan bahwa iman sejati tidak lahir dari rasa aman semu, melainkan dari keyakinan bahwa Allah adalah sandaran utama, baik dalam keadaan lapang maupun sempit.
Lebih jauh, ia menggambarkan karakter orang beriman sebagai pribadi yang menjadikan masjid sebagai pusat orbit kehidupannya.
“Orang beriman irama hidupnya adalah dari shalat ke shalat, dan dari masjid ke masjid,” tuturnya. Masjid, menurutnya, bukan hanya tempat salat, tetapi ruang pembentukan nilai, akhlak, dan arah hidup.
Ustadz Lukman juga menegaskan bahwa puncak hikmah Isra Mi’raj adalah perintah salat lima waktu. Ia mengingatkan bahwa salat bukan sekadar kewajiban, melainkan indikator keimanan seseorang.
“Orang beriman senantiasa menjaga salat lima waktu dalam keadaan apa pun, tidak bisa berdiri, biaa duduk. Tidak bisa duduk, berbaring,” katanya.
Pesan ini disambut anggukan jamaah. Salat lima waktu, sebagaimana ditegaskan dalam Isra Mi’raj, menjadi penopang utama kehidupan spiritual. Dalam situasi apa pun: saat sakit, sibuk, di perjalanan, bahkan saat perang sekalipun, salat tetap menjadi prioritas yang tidak bisa ditawar.
Peluncuran Markaz Alquran dan Bahasa Arab sendiri dipandang sebagai langkah strategis Pesantren Hidayatullah. Markaz ini diharapkan menjadi pusat pembelajaran Alquran yang sistematis, sekaligus penguatan bahasa Arab.
Dalam konteks ini, keberadaan Markaz Alquran dan Bahasa Arab yang diluncurkan di lingkungan Masjid Aqshal Madinah menjadi simbol kuat. Masjid tidak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah ritual, tetapi juga sebagai pusat ilmu, pembinaan Alquran, dan penguatan bahasa Arab sebagai bahasa wahyu
Pengurus DPW Hidayatullah Sumatera Selatan yang hadir menyampaikan apresiasi atas inisiatif tersebut. Mereka menilai bahwa pengembangan Markaz Alquran dan Bahasa Arab sejalan dengan visi Hidayatullah dalam mencetak kader umat yang berakhlak, berilmu, dan siap berkontribusi bagi masyarakat. Bagi warga Desa Suka Mulia, kehadiran markaz ini juga membawa harapan baru. Pesantren, dalam hal ini, menjadi mitra strategis masyarakat dalam pendidikan dan pembinaan generasi.
Acara ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan atas peluncuran Markaz Alquran dan Bahasa Arab serta keberlangsungan Pesantren Hidayatullah Ogan Ilir di Desa Suka Mulia ini, semoga menjadi bagian dari amal jariyah yang terus mengalir.
Launching Markaz Alquran dan Bahasa Arab yang dirangkai dengan peringatan Isra Mi’raj ini menjadi penegas bahwa pembangunan umat tidak hanya bertumpu pada fisik dan infrastruktur, tetapi juga pada fondasi spiritual dan keilmuan. Dari Masjid Aqshal Madinah, sebuah pesan sederhana kembali digaungkan: iman dijaga dengan salat, hidup diarahkan oleh masjid, dan masa depan umat dibangun dengan Alquran dan ilmu. *|°