📅

TENTANG

A. SEJARAH SINGKAT HIDAYATULLAH


CIKAL BAKAL HIDAYATULLAH dimulai sejak 7 Januari 1972 Masehi atau 2 Dzulhijjah 1392 Hijriyah berupa sebuah pesantren di Karang Bugis, Kalimantan Timur. Pesantren ini diresmikan oleh Menteri Agama Republik Indonesia, yang kala itu dijabat oleh Prof. Dr. Mukti Ali, pada tahun 1976.

Selanjutnya Ustadz Abdullah Said, pendiri Hidayatullah, membuka pesantren baru di Gunung Tembak, Balikpapan, Kalimantan Timur. Pesantren baru ini dikenal dengan nama Kampus Induk Hidayatullah, yang kemudian menjadi pusat kultur Hidayatullah.


Saat ini, di Kampus Induk Hidayatullah yang berada di atas lahan wakaf seluas sekitar 120 hektar ini telah berdiri masjid, gedung-gedung sekolah dan perguruan tinggi, aula pertemuan, kantor, guest house, perumahan warga, juga dilengkapi sarana umum serta lingkungan hijau yang ditata sedemikian rupa sehingga tampak asri.
Pesantren Hidayatullah Pusat Balikpapan, Kaltim

Tak heran bila pada tahun 1984, Presiden Soeharto menganugerahkan Kalpataru kepada Ustadz Abdullah Said karena beliau dinilai mampu mengubah kawasan kritis di Gunung Tembak, Balikpapan menjadi lingkungan pesantren yang hijau dan asri. Di tengah lokasi pesantren terdapat danau buatan yang tidak pernah kering meski berada di musim kemarau.

Dalam perkembangan selanjutnya, Ustadz Abdullah Said mengirimkan santri-santrinya berdakwah ke berbagai daerah di seluruh Indonesia, khususnya daerah-daerah pedalaman dan minoritas Muslim.

Di tempat tugas tersebut, para santri Hidayatullah tak sekadar berdakwah, tetapi juga membangun cabang-cabang pesantren. Pada akhirnya, tersebarlah pesantren ini ke seluruh Indonesia dengan  jumlah jaringannya: DPW di 34 di propinsi, 393 DPD di kabupaten/ kota, 420 DPC di kecamatan, 34 ranting di kelurahan/ desa, serta 823 RQH (Januari 2022).

Setelah Ustadz Abdullah Said wafat tahun 1998, kepemimpinan Hidayatullah dilanjutkan oleh Ustadz Abdurrahman Muhammad. Tak berapa lama setelah itu terbentuklah Dewan Eksekutif yang bertugas menyelenggarakan pertemuan nasional untuk menentukan arah dan bentuk Hidayatullah ke depan.

Melalui Musyawarah Nasional pertama tanggal 9-13 Juli 2000 di Balikpapan, Kalimantan Timur, Hidayatullah secara resmi mengubah bentuknya dari organisasi sosial menjadi organisasi kemasyarakatan (ormas) dengan 5 jenjang kepengurusan, yakni nasional/pusat, wilayah/provinsi, daerah/kabupaten-kota, cabang/kecamatan, dan ranting/desa-kelurahan. Pengurus Pusat berkedudukan di Ibukota Negara Republik Indonesia, Jakarta.

B. VISI DAN MISI

Visi Hidayatullah adalah Membangun Peradaban Islam.

Di sisi lain, Hidayatullah menyadari bahwa di tengah masyarakat telah berdiri berbagai jamaah dengan tujuan yang sama. Untuk itu, Hidayatullah menegaskan diri sebagai Jamaatun minal Muslimin, yang berpegang pada prinsip Al-Wasathiyah dalam membangun peradaban Islam bersama elemen umat dan bangsa.

Hidayatullah meyakini bahwa peradaban Islam hanya bisa dibangun dengan mengikuti manhaj nabawi. Hidayatullah juga meyakini bahwa manhaj nabawi dengan merujuk kepada tartib nuzuli atau Sistematika Wahyu adalah taujih rabbani yang telah melahirkan umat terbaik sepanjang sejarah kehidupan manusia.


Misi Hidayatullah adalah mencari ridho Allah SWT dengan melakukan upaya:

  1. Melahirkan kader-kader yang berkualitas.
  2. Membangun komunitas Islami.
  3. Menjalankan kegiatan pendidikan, dakwah, sosial, ekonomi, dan lain-lain secara profetik dan profesional.
  4. Membangun sinergi dengan segenap komponen umat Islam dalam gerakan amar ma'ruf nahi munkar.
  5. Berperan secara aktif dalam melaksanakan proses pembaharuan (tajdid) di bidang pemikiran Islam.
  6. Mengajak pemerintah dan segenap bangsa Indonesia untuk mewujudkan NKRI yang bermartabat.
  7. Mendorong segenap elemen bangsa untuk mewujudkan kemaslahatan dan kejayaan NKRI.

C. Jaringan DPD Hidayatullah di Wilayah Sumatera Selatan


Dewan Pengurus Daerah (DPD) yang berada di bawah DPW Hidayatullah Sumatera Selatan, saat ini sudah ada di 12 dari 17 kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Selatan:

  1. DPD Hidayatullah Banyuasin
  2. DPD Hidayatullah Lahat (perintisan)
  3. DPD Hidayatullah Muara Enim
  4. DPD Hidayatullah Musi Banyuasin
  5. DPD Hidayatullah Musi Rawas
  6. DPD Hidayatullah Ogan Ilir
  7. DPD Hidayatullah OKU Timur
  8. DPD Hidayatullah Palembang
  9. DPD Hidayatullah Pagaralam
  10. DPD Hidayatullah Lubuk Linggau (perintisan)
  11. DPD Hidayatullah Ogan Komering Ilir (perintisan)
  12. DPD Hidayatullah Empat Lawang (perintisan)
-----------------------------

Daerah yang akan dirintis pendirian DPD Hidayatullah:
1. Kota Prabumulih
2. Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI)
3. Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU)
4. Kabupaten OKU Selatan
5. Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara)