Ahlan wa sahlan, selamat datang di situs resmi DPW Hidayatullah Sumsel Arsip berita

Mengapa Huruf Arab Ditulis dari Kanan ke Kiri?

HidayatullahSumsel.com | Bahasa Arab (اللُّغَةُ العَرَبِيَّةِ, translit: al-lugah al-‘Arabīyah; sering disingkat sebagai عربي translit: ‘Arabī) adalah salah satu bahasa Semit Tengah, yang termasuk dalam rumpun bahasa Semit dan berkerabat dengan bahasa Ibrani dan bahasa-bahasa Neo-Arami. Bahasa Arab memiliki lebih banyak penutur daripada bahasa-bahasa lainnya dalam rumpun bahasa Semit. 

Ia dituturkan oleh lebih dari 280 juta orang sebagai bahasa pertama, yang mana sebagian besar tinggal di Timur Tengah dan Afrika Utara. Bahasa ini merupakan bahasa resmi dari 25 negara, dan bahasa peribadahan dalam agama Islam karena merupakan bahasa yang dipakai oleh Alquran dan merupakan satu-satunya bahasa yang disebut di dalam Alquran.

Bahasa Arab Modern telah diklasifikasikan sebagai satu makrobahasa dengan 27 subbahasa dalam ISO 639-3. Bahasa Arab Baku (kadang-kadang disebut Bahasa Arab Sastra) diajarkan secara luas di sekolah dan universitas, serta digunakan di tempat kerja, pemerintahan, dan media massa.

Dengan jumlah penutur lebih dari 280 juta, huruf Arab merupakan salah satu sistem penulisan yang paling banyak digunakan di dunia. Ada satu hal yang menarik dari huruf Arab, yaitu arah penulisannya. Huruf Arab ditulis dari kanan ke kiri, berbeda dengan huruf Latin yang ditulis dari kiri ke kanan.


Nabatea (Nabathiyyah) Script

Ada beberapa teori yang menjelaskan mengapa huruf Arab ditulis dari kanan ke kiri. Salah satu teori yang paling populer adalah bahwa hal ini berasal dari tradisi memahat. Huruf Arab merupakan keturunan dari huruf Nabatea, yang sering ditulis di atas batu.

Apa hubungan antara memahat dengan arah dari huruf Arab? Hubungannya adalah karena huruf Arab merupakan keturunan dari huruf Nabatea yang sering ditulis lewat memahat di bebatuan.

Peta Kerajaan Nabathea

Nah, para pemahat umumnya memiliki postur di mana sebuah pahat dipegang oleh tangan kiri, dan sebuah palu, untuk memukul pahat, dipegang oleh tangan kanan. Karena postur tersebut, maka tangan kiri yang digunakan untuk mengukir tulisan hanya memiliki arah ke kiri sebagai arah yang bebas. Jika pahatannya bergerak dari kiri ke kanan, maka tangan sang pemahat akan saling silang dan posturnya tidak ergonomis.

Ada alasan mengapa postur memahat umumnya menggunakan tangan kanan untuk memegang palu dan tangan kiri untuk memegang pahat, yaitu karena tangan dominan bagi kebanyakan orang adalah tangan kanan. Dalam memahat, tangan kanan digunakan untuk memegang palu karena proses memukul lebih aktif dan lebih memakan energi ketimbang sekadar memegang pahat. Kecuali orang tersebut kidal, itu lain cerita.

Kenyataannya, tulisan-tulisan keturunan hieroglif Mesir Kuno generasi pertama umumnya memiliki arah tulisan dari kanan ke kiri, tentu karena hal yang sama. Misalnya huruf Suryani, huruf Aram, huruf Fenisia, dan huruf Proto-Kanaan. Hieroglif Mesir Kuno sendiri dapat ditulis dari kiri ke kanan maupun kanan ke kiri karena mereka ditulis baik di atas kertas papirus maupun di atas batu, namun karena memahat batu lebih mampu untuk menyimpan tulisan lebih awet ketimbang menulis di atas kertas, maka huruf-huruf keturunannya berubah arah menjadi kanan ke kiri untuk mempermudah pemahatan. Bahkan beberapa huruf yang ditulis dari kiri ke kanan yang kita kenal saat ini, seperti huruf Yunani aslinya ditulis dari kanan ke kiri.


Nah, ketika teknik membuat kertas dan tinta mulai berkembang pesat, berbagai tulisan mulai beralih menjadi ditulis dari kiri ke kanan. Simpelnya karena postur menulis menggunakan pena membuat telapak tangan kanan kita berada di sebelah kanan dari ujung pena, sehingga jika kita menulis dari kanan ke kiri maka telapak tangan kita akan menyentuh tulisan kita. Akan tetapi, banyak juga huruf yang tidak dialihkan arah penulisannya. Salah satunya adalah huruf Arab. 

Huruf Arab (bersama dengan huruf-huruf Semitik lainnya) tetap mempertahankan arah penulisan kanan ke kiri sekalipun popularitas menulis di atas kertas lebih populer ketimbang memahat batu. Alasan jelasnya mengapa, tidak diketahui secara pasti, namun kemungkinan karena masalah mempertahankan tradisi. 

Apapun itu, sistem penulisan huruf Arab dari kanan ke kiri adalah relik masa lalu huruf Arab ketika masih umum ditulis di atas batu. *|°

Rujukan: akun x.com: @nuchannels; Wikipedia

Posting Komentar

Silakan memberikan komentar.
Untuk menghindari adanya spam, mohon maaf, komentar akan kami moderasi terlebih dahulu sebelum ditayangkan.

Terima kasih.
Subhanallah!
Sepertinya ada sesuatu yang tidak beres dengan koneksi internet Anda. Hubungkan lagi koneksi internet Anda dan mulailah berselancar kembali!