Dari Nyamuk hingga Gajah, Cara Al-Qur’an Membaca Alam Lewat 26 Hewan

Burung Hudhud

Palembang, HidayatullahSumsel.com
— Al-Qur’an berulang kali mengajak manusia untuk memperhatikan alam sebagai bagian dari proses berpikir. Ajakan itu tidak selalu hadir dalam bentuk perintah langsung, melainkan melalui kisah, perumpamaan, dan tanda-tanda yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Salah satunya adalah penyebutan hewan. Dalam banyak ayat, hewan muncul bukan sebagai objek biologis semata, melainkan sebagai medium refleksi tentang kekuasaan, etika, dan perilaku manusia.

Hewan-hewan yang disebut dalam Al-Qur’an tersebar dalam berbagai konteks: kisah sejarah, perumpamaan moral, hingga penegasan hukum. Dari makhluk kecil seperti nyamuk dan lalat hingga hewan besar seperti gajah dan unta, semuanya hadir dengan fungsi makna yang berbeda. Berikut ini 26 hewan yang disebut dalam Al-Qur’an, disajikan sebagai satu rangkaian cerita tentang cara kitab suci ini membaca alam.

Penyebutan hewan dimulai dari burung dalam kisah pasukan Abrahah.

وَأَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا أَبَابِيلَ

“Dan Dia mengirimkan kepada mereka burung-burung yang berbondong-bondong.”

(QS. Al-Fil: 3)

Ayat ini menunjukkan bagaimana kekuatan besar dapat dikalahkan oleh sesuatu yang tampak sederhana.

Al-Qur’an kemudian menyebut lebah sebagai makhluk yang hidup teratur.

وَأَوْحَىٰ رَبُّكَ إِلَى النَّحْلِ

“Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah…”

(QS. An-Nahl: 68)

Lebah digambarkan sebagai makhluk yang mengikuti ketentuan penciptanya dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi manusia.

Dalam konteks perumpamaan, muncul singa.

فَرَّتْ مِنْ قَسْوَرَةٍ

“Mereka lari ketakutan dari singa.”

(QS. Al-Muddatstsir: 51)

Singa dipakai sebagai simbol ketakutan orang-orang yang menolak kebenaran.

Kehidupan masyarakat tergambar melalui domba.

إِنَّ هَٰذَا أَخِي لَهُ تِسْعٌ وَتِسْعُونَ نَعْجَةً

“Sesungguhnya saudaraku ini mempunyai sembilan puluh sembilan ekor domba betina.”

(QS. Shad: 23)

Ayat ini hadir dalam kisah sengketa dan keadilan.

Bersamaan dengan itu, kambing disebut sebagai bagian dari nikmat ternak.

وَمِنَ الْمَعْزِ اثْنَيْنِ

“Dan dari kambing sepasang.”

(QS. Al-An‘am: 143)

Al-Qur’an juga menyebut keledai dalam bentuk perumpamaan.

كَمَثَلِ الْحِمَارِ يَحْمِلُ أَسْفَارًا

“Seperti keledai yang membawa kitab-kitab tebal.”

(QS. Al-Jumu‘ah: 5)

Keledai menjadi simbol orang yang membawa ilmu tetapi tidak memahaminya.

Kisah panjang tentang kepatuhan manusia tergambar melalui sapi.

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تَذْبَحُوا بَقَرَةً

“Sesungguhnya Allah memerintahkan kamu menyembelih seekor sapi.”

(QS. Al-Baqarah: 67)

Makhluk kecil seperti nyamuk juga disebut.

إِنَّ اللَّهَ لَا يَسْتَحْيِي أَنْ يَضْرِبَ مَثَلًا مَا بَعُوضَةً

“Sesungguhnya Allah tidak segan membuat perumpamaan berupa seekor nyamuk.”

(QS. Al-Baqarah: 26)

Hewan padang pasir, unta, dijadikan objek renungan.

أَفَلَا يَنْظُرُونَ إِلَى الْإِبِلِ كَيْفَ خُلِقَتْ

“Maka tidakkah mereka memperhatikan unta, bagaimana ia diciptakan?”

(QS. Al-Ghasyiyah: 17)

Kisah sosial muncul melalui semut.

قَالَتْ نَمْلَةٌ يَا أَيُّهَا النَّمْلُ

“Seekor semut berkata, ‘Wahai semut-semut…’”

(QS. An-Naml: 18)

Sebaliknya, laba-laba digunakan sebagai perumpamaan sandaran yang rapuh.

كَمَثَلِ الْعَنْكَبُوتِ اتَّخَذَتْ بَيْتًا

“Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah.”

(QS. Al-Ankabut: 41)

Gambaran manusia pada hari kebangkitan diserupakan dengan belalang.

كَأَنَّهُمْ جَرَادٌ مُنْتَشِرٌ

“Seakan-akan mereka belalang yang beterbangan.”

(QS. Al-Qamar: 7)

Al-Qur’an juga menyebut kera dalam konteks hukuman moral.

كُونُوا قِرَدَةً خَاسِئِينَ

“Jadilah kamu kera yang hina.”

(QS. Al-Baqarah: 65)


Kisah kekuasaan yang runtuh hadir melalui gajah.

أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصْحَابِ الْفِيلِ

“Tidakkah engkau memperhatikan bagaimana Tuhanmu bertindak terhadap pasukan gajah?”

(QS. Al-Fil: 1)

Rasa curiga dan kecemburuan digambarkan dengan serigala.

وَأَخَافُ أَنْ يَأْكُلَهُ الذِّئْبُ

“Aku khawatir dia dimakan serigala.”

(QS. Yusuf: 13)

Mukjizat Nabi Musa digambarkan melalui ular.

فَإِذَا هِيَ ثُعْبَانٌ مُبِينٌ

“Maka tiba-tiba tongkat itu menjadi ular besar yang nyata.”

(QS. Al-A‘raf: 107)

Kisah pertobatan Nabi Yunus berlangsung dalam perut paus.

فَالْتَقَمَهُ الْحُوتُ

“Maka dia ditelan oleh ikan besar.”

(QS. Ash-Shaffat: 142)

Manusia pertama kali belajar menguburkan jenazah dari gagak.

فَبَعَثَ اللَّهُ غُرَابًا

“Maka Allah mengirimkan seekor gagak.”

(QS. Al-Ma’idah: 31)

Azab bagi kaum Firaun datang melalui makhluk yang mengganggu, seperti katak dan kutu kepala.

وَالضَّفَادِعَ وَالْقُمَّلَ

“Dan (Kami kirimkan pula) katak dan kutu.”

(QS. Al-A‘raf: 133)

Keterbatasan sesembahan selain Allah ditegaskan lewat lalat.

لَنْ يَخْلُقُوا ذُبَابًا

“Mereka tidak akan mampu menciptakan seekor lalat pun.”

(QS. Al-Hajj: 73)

Dalam konteks hukum makanan, disebut babi.

وَلَحْمَ الْخِنْزِيرِ

“Dan daging babi.”

(QS. Al-Baqarah: 173)

Semangat juang dan loyalitas digambarkan melalui kuda.

وَالْعَادِيَاتِ ضَبْحًا

“Demi kuda perang yang berlari terengah-engah.”

(QS. Al-‘Adiyat: 1)

Sebagai sarana kehidupan, disebut bagal.

وَالْبِغَالَ

“Dan bagal.”

(QS. An-Nahl: 8)

Kepanikan orang yang menolak kebenaran diserupakan dengan zebra atau keledai liar.

كَأَنَّهُمْ حُمُرٌ مُسْتَنْفِرَةٌ

“Seakan-akan mereka keledai liar yang terkejut.”

(QS. Al-Muddatstsir: 50)

Kisah kesetiaan ditutup dengan anjing Ashabul Kahfi.

وَكَلْبُهُمْ بَاسِطٌ ذِرَاعَيْهِ

“Dan anjing mereka menjulurkan kedua lengannya di depan pintu.”

(QS. Al-Kahfi: 18)


Melalui 26 hewan ini, Al-Qur’an menghadirkan alam sebagai ruang refleksi. Hewan tidak sekadar hidup berdampingan dengan manusia, tetapi menjadi bagian dari narasi besar tentang kekuasaan, keterbatasan, dan tanggung jawab. Dalam pembacaan ini, alam tidak berdiri sebagai latar pasif, melainkan sebagai teks yang terus mengajak manusia untuk berpikir.

Posting Komentar

Silakan memberikan komentar.
Untuk menghindari adanya spam, mohon maaf, komentar akan kami moderasi terlebih dahulu sebelum ditayangkan.

Terima kasih.