DPW Hidayatullah Sumsel Silaturahim ke Desa Nagasari, Bahas Wakaf Tanah untuk Pengembangan Dakwah

dpwh.sumsel

Muara Kuang, HidayatullahSumsel.com — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Hidayatullah Sumatera Selatan melakukan silaturahim ke Desa Nagasari, Kecamatan Muara Kuang, Kabupaten Ogan Ilir, Ahad (17/01/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk memenuhi undangan Ibu Hj. Mulia, warga yang berdomisili di Jakarta Pusat, yang berkehendak mewaqafkan lahan miliknya untuk kepentingan dakwah dan pendidikan Hidayatullah di kampung kelahirannya.

Rombongan DPW Hidayatullah Sumsel disambut langsung oleh Kepala Desa Nagasari, Damsir, bersama perangkat desa, tokoh agama, dan tokoh adat setempat. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan kekeluargaan, mencerminkan semangat silaturahim sekaligus musyawarah dalam membahas rencana wakaf tersebut.

Ketua DPW Hidayatullah Sumsel, Ustadz Irwan Sambasong, S.Pd., S.H., dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasi atas niat baik Hj. Mulia yang berkeinginan mewakafkan tanahnya untuk kepentingan umat. Ia menilai, wakaf bukan sekadar penyerahan aset, tetapi bentuk investasi jangka panjang bagi kemaslahatan masyarakat.

“Pertemuan ini sungguh luar biasa. Bunda Hj. Mulia, mewakili keluarga besar di Jakarta, mengikhtiarkan harta peninggalan almarhum ayah beliau agar menjadi wasilah pahala yang terus mengalir bagi beliau,” ujar Ustadz Irwan di hadapan para hadirin.

Dalam pertemuan tersebut, Ustadz Irwan juga memperkenalkan Hidayatullah sebagai organisasi kemasyarakatan Islam berbasis pesantren. Hingga saat ini, Hidayatullah telah mengelola sekitar 600 pesantren yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia, dari kota besar hingga wilayah pelosok.

Ia menjelaskan bahwa model pendidikan pesantren Hidayatullah menekankan pembinaan akidah, akhlak, dan kemandirian, serta penguatan peran dakwah di tengah masyarakat. Menurutnya, pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga pusat pemberdayaan umat.

Selain itu, DPW Hidayatullah Sumsel juga memperkenalkan rencana pendirian Program Sekolah Dai di wilayah Sumatera Selatan. Program ini dirancang untuk mencetak dai-dai muda yang memiliki pemahaman keislaman yang baik, kemampuan berdakwah yang relevan dengan kondisi masyarakat, serta kesiapan untuk terjun langsung ke lapangan.

“Kami membuka kesempatan bagi para pemuda, khususnya lulusan SMA dari Desa Nagasari dan sekitarnya, untuk bergabung. Mereka akan kami didik, dibina, dan setelah selesai, akan kami kembalikan lagi ke masyarakat untuk mengabdi,” kata Ustadz Irwan.

Ajakan tersebut mendapat perhatian dari tokoh masyarakat yang hadir. Mereka menilai program Sekolah Dai sejalan dengan kebutuhan desa dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya berpendidikan, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan keagamaan.

Kepala Desa Nagasari, Damsir, menyambut baik rencana wakaf dan program yang disampaikan DPW Hidayatullah Sumsel. Ia berharap, kehadiran Hidayatullah nantinya dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan sumber daya manusia di desanya.

“Kami tentu mendukung niat baik Ibu Hj. Mulia dan program-program Hidayatullah yang ditawarkan. Semoga ini bisa membawa manfaat bagi masyarakat Desa Nagasari, terutama bagi generasi muda,” ujar Damsir.

Desa Nagasari sendiri berada di Kecamatan Muara Kuang, Kabupaten Ogan Ilir, dengan jarak sekitar 95 kilometer dari Kota Palembang. Meski tidak dekat dari pusat kota, desa ini memiliki potensi besar dari sisi sumber daya manusia dan semangat kebersamaan warganya.

Silaturahim ini diharapkan menjadi langkah awal yang baik dalam proses wakaf tanah serta pengembangan program dakwah dan pendidikan Hidayatullah di Desa Nagasari. DPW Hidayatullah Sumsel menegaskan komitmennya untuk terus membangun komunikasi dan kerja sama dengan pemerintah desa serta masyarakat setempat, agar setiap program yang dijalankan benar-benar memberi manfaat dan sesuai dengan kebutuhan lokal. *|°

Posting Komentar

Silakan memberikan komentar.
Untuk menghindari adanya spam, mohon maaf, komentar akan kami moderasi terlebih dahulu sebelum ditayangkan.

Terima kasih.