📅

Hidayatullah Sumsel Ikuti Diklatsar SAR Hidayatullah Regional Sumatera


Bengkulu Tengah (HidayatullahSumsel.com) -- Hidayatullah Sumsel mengirimkan 2 (dua) tenaga dai untuk mengikuti kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) yang digelar oleh Lembaga relawan kemanusiaan nasional Search and Rescue (SAR) Hidayatullah Regional Sumatera. Pembukaan Diklatsar yang bertajuk "Tanggap-tangguh, Siap Siaga untuk Indonesia Maju" ini diselenggarakan di Kampus Sekolah Dai Hidayatullah, Kecamatan Karang Tinggi, Kabupaten Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu, pada Jum’at, 28 Oktober 2022.

Foto: FB Efran Yanda

Pembukaan Diklat SAR Hidayatullah Regional Sumatera tahun 2022 ini dibuka oleh Pj Bupati Bengkulu Tengah yang diwakili oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bapak Samsul Bahri, S.Pd. Tampak hadir pula perwakilan Basarnas, Ketua DPW Hidayatullah Bengkulu Ust Ahmad Suhail beserta jajaran, Kepala BPBD Provinsi Bengkulu Ketua SAR Hidayatullah Wilayah Bengkulu, Perwakilan Polres Bengkulu Tengah, Babinsa, serta undangan lainnya.

Foto: FB Efran Yanda

Tujuan Diklatsar yang dilaksanakan selama 10 (sepuluh) hari dari 28 Oktober - 6 November 2022  ini adalah untuk membentuk karakter kepribadian relawan kemanusiaan yang tinggi. Selain itu, para peserta juga diharapkan  mampu menghadapi permasalahan dan tantangan dengan mudah, menyenangkan, dan profesional, sekaligus wadah kesukarelaan dalam kemanusiaan terhadap aksi tanggap darurat terhadap bencana alam.


Mountaineering (Foto: FB Efran Yanda)

Adapun pengiriman tenaga oleh Hidayatullah Sumsel yaitu Rizal dan Abdul Hadi adalah dalam rangka persiapan pembentukan SAR Hidayatullah di Provinsi Sumatera Selatan di kemudian hari.


>> Tentang SAR Hidayatullah


Sejarah Berdiri

1. SAR Hidayatullah didirikan untuk waktu yang tidak ditentukan dan ditetapkan dengan keputusan Dewan Pimpinan Pusat Hidayatullah nomor. 005 / SKP / III / 2006 . tentang Pembentukan Lembaga Otonom Search and Rescue Hidayatullah (SAR Hidayatullah )
2. SAR Hidayatullah didirikan tanggal 16 Maret 2006
3. SAR adalah satu-satunya lembaga yang berperan melaksanakan kegiatan-kegiatan kemanusiaan milik ormas Hidayatullah yang bersifat lembaga otonom di bawah pengawasan langsung DPP Hidayatullah. Dalam hal mengatur kebijakan, dana, asset, dan sistem lainnya harus mengikuti mekanisme lembaga induk Hidayatullah.

Asas

SAR Hidayatullah berasaskan Islam

Visi Misi

Visi SAR Hidayatullah adalah ikut serta membangun bangsa dan melaksanakan kegiatan-kegiatan kemanusiaan terutama dalam hal pencarian dan penyelamatan yang dikarenakan bencana baik bencana alam maupun bencana yang disebabkan oleh ulah manusia.

Misi SAR Hidayatullah adalah menyediakan wadah bagi anggota dan/atau simpatisan Hidayatullah agar menjadi generasi yang lebih baik yang sanggup bertanggung jawab dan mampu memanfaatkan potensi diri untuk kemanusiaan

Tujuan

SAR Hidayatullah bertujuan untuk melatih anggota dan simpatisan Hidayatullah yang agar menjadi:
1. Manusia yang bertaqwa kepada Allah SWT, kuat mental, dan bermoral tinggi;
2. Manusia yang berkepribadian, berwatak, dan berbudi pekerti luhur;
3. Manusia yang mempunyai kecerdasan yang tinggi dan berketerampilan;
4. Anggota masyarakat yang baik dan berguna, yang dapat membangun dirinya sendiri secara mandiri serta bersama-sama bertanggung jawab atas pembangunan di Hidayatullah pada khususnya dan secara umum bertanggung jawab atas pembangunan bangsa dan negara;
5. Manusia yang memiliki kepedulian terhadap sesama dan alam lingkungan sekitar.

Motto

1. Motto SAR Hidayatullah merupakan bagian terpadu proses pelatihan untuk mengingatkan setiap anggota SAR Hidayatullah bahwa setiap mengikuti kegiatan berarti mempersiapkan diri untuk mengamalkan prinsip dasar SAR Hidayatullah.
2. Motto SAR Hidayatullah adalah :
Melaksanakan kegiatan kemanusiaan tanpa pamrih, ikhlas, dengan tetap berdasarkan syari’at Islam

Keanggotaan

Anggota SAR Hidayatullah adalah anggota SAR yang telah memenuhi syarat-syarat keanggotaan dan sudah terdaftar secara administrasi keanggotaan yang merupakan anggota Ormas Hidayatullah.

Misi Kemanusiaan

⦁ Tsunami Aceh tahun 2004
⦁ Gempa Bumi Yogyakarta tahun 2006
⦁ Banjir Bandang Jember, Banjir Trenggalek, Banjir Bandang Bojonegoro.
⦁ Outbond and Trauma Healing korban penggusuran Stren Kali Jagir tahun 2009
⦁ Gempa Bumi Sumatera Barat Padang-Pariaman, 2009
⦁ Erupsi Gunung Merapi Yogyakarta
⦁ Gempa Bumi Lombok Nusa Tenggara Barat 2018
⦁ Gempa bumi dan Tsunami di Palu Donggala Sulawesi Tengah 2018

Posting Komentar

Silakan memberikan komentar.
Untuk menghindari adanya spam, mohon maaf, komentar akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum ditayangkan.
Terima kasih.