Musyawarah Yayasan PP Hidayatullah Sumsel Tetapkan Kepengurusan Baru 2026–2031

Pelantikan Badan Pengurus YPP Hidayatullah Sumatera Selatan oleh anggota Pembina.

BANYUASIN, HidayatullahSumsel.com — Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Sumatera Selatan menggelar Musyawarah Yayasan di Gedung MTs Mardhatillah Putri, Kampus Madya Banyuasin, Sabtu (4/4/2026). Kegiatan ini menjadi agenda periodik lima tahunan dalam rangka evaluasi kepengurusan sekaligus penetapan arah kebijakan yayasan ke depan.

Forum tersebut dihadiri unsur Pembina dan Pengawas, Badan Pengurus periode 2021–2025, serta para Kepala Departemen dan Unit. Sebelumnya, rangkaian musyawarah telah diawali dengan pra-musyawarah pada Selasa (31/3/2026) yang mematangkan sejumlah agenda strategis.

Rangkaian acara berlangsung tertib, dimulai dari pembukaan dan tilawah Alquran, dilanjutkan sambutan serta penjelasan tata tertib sidang. Suasana musyawarah berjalan khidmat dengan semangat kebersamaan yang terasa di setiap sesi.

Serah terima Ketua Pembina periode 2021-2026, Ust. Lukman Hakim (kanan) kepada Ketua Pembina periode 2026-2031, ust. Irwan Sambasong (kiri)

Agenda utama dimulai dengan penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) pengurus periode 2021–2025. Setelah melalui sesi tanggapan, forum secara mufakat menerima dan mengesahkan laporan tersebut.

Ketua Pembina, Ustadz Irwan Sambasong, menegaskan bahwa musyawarah ini bukan sekadar forum rutin organisasi, tetapi momentum untuk memperkuat arah perjuangan ke depan.

“Musyawarah ini bukan hanya agenda pergantian kepengurusan, tetapi juga sarana evaluasi dan peneguhan kembali visi dakwah dan pendidikan yang kita emban bersama,” ujarnya.

Selanjutnya, hasil pra-musyawarah yang telah menunjuk Pembina dan Pengawas dibacakan dan disahkan dalam sidang pleno. Forum kemudian memasuki tahap penetapan Pengurus Harian oleh Pembina.


Dwi Agung yang ditetapkan sebagai Ketua Pengurus Harian periode 2026–2031 menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan estafet kepemimpinan dengan semangat kolaborasi.

“Kami menyadari amanah ini tidak ringan. Karena itu, kami berharap seluruh elemen yayasan dapat bergerak bersama, saling menguatkan dalam menjalankan program-program ke depan,” katanya.

Setelah penetapan pengurus inti, dilakukan rapat internal guna menyusun struktur organisasi. Hasilnya, sejumlah kepala departemen dan unit ditetapkan dengan persetujuan Pembina.

Struktur Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Sumatera Selatan periode 2026–2031 menetapkan Ustadz Irwan Sambasong sebagai Ketua Pembina, didampingi Ustadz Yusup Ruswandi sebagai anggota, serta Ustadz Muhammad Asdar sebagai Pengawas.

Pada jajaran Pengurus Harian, Dwi Agung menjabat sebagai Ketua, Kosim sebagai Sekretaris, dan Solihin sebagai Bendahara.

Dalam struktur yang lebih luas, Agus Sofyan memimpin Departemen Kerumahtanggaan dengan dukungan Rozali pada bidang maintenance, aset, dan kebersihan. Departemen Pendidikan dan Kepesantrenan dipimpin Sapril Hadi, dengan unit-unit di bawahnya meliputi MI Mardhatillah (Masnah Jawa), MTs Mardhatillah (Rizal Junior), MA Mardhatillah (Sarjono), Diniyyah (Ust. Yusup Ruswandi), serta Kepengasuhan Putra (Setra Ariansyah).

Departemen Ekonomi dipimpin Kosim, sementara Departemen Sosial dan Dakwah diamanahkan kepada Muhammad Asdar. Pada Departtemen Keputrian dan Ummahat, kepemimpinan berada di tangan Nur Syahidah, dengan unit Kepengasuhan Putri yang dijalankan oleh Hadiroh dan Rosidah.


Adapun peran penguatan aktivitas ibadah dan masjid ditangani oleh Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Amin yang diketuai Agus Sofyan. Pengelolaan keuangan turut diperkuat melalui tim kebendaharaan yang terdiri dari Satya Nurdin dan Farid.

Di bawah kesekretariatan, dibentuk pula Tim Media yang dipercayakan kepada Setra Ariansyah sebagai bagian dari upaya penguatan publikasi dan diseminasi informasi yayasan.

Menutup rangkaian musyawarah, Ketua Pembina kembali mengingatkan pentingnya menjaga soliditas organisasi dalam menghadapi tantangan ke depan.

“Ke depan, tantangan semakin kompleks. Karena itu, kita perlu menjaga kebersamaan dan memperkuat sinergi agar yayasan ini terus memberi manfaat yang lebih luas bagi umat,” kata Ustadz Irwan.

Musyawarah ini menjadi penanda dimulainya babak baru kepengurusan yayasan. Dengan struktur yang telah ditetapkan, seluruh elemen diharapkan dapat bergerak lebih solid dalam mengembangkan pendidikan, dakwah, dan pelayanan umat di Sumatera Selatan. *| 

Editor: Kosim / Foto: Setra Ariansyah

Tentang penulis

Kosim Abinya Aziyz
Ayah dari 3 anak berdarah Jawa — Sulawesi, non partisan, pembelajar, dan santri.

Posting Komentar

Silakan memberikan komentar.
Untuk menghindari adanya spam, mohon maaf, komentar akan kami moderasi terlebih dahulu sebelum ditayangkan.

Terima kasih.