JAKARTA, HidayatullahSumsel.com — Bidang Perkaderan dan Pembinaan Anggota Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah menggelar Workshop Pekaderan Nasional selama empat hari di Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah, Jakarta. Kegiatan ini resmi dibuka pada Senin, 27 April 2026, dan menjadi momentum penting dalam memperkuat arah gerakan kaderisasi di tengah tantangan zaman yang kian kompleks.
Acara dibuka langsung oleh Ketua Umum DPP Hidayatullah, KH Naspi Arsyad, Lc Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa workshop ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan langkah strategis untuk memastikan kesiapan seluruh elemen organisasi dalam menghadapi fase transformasi besar. Hal ini sejalan dengan tema kegiatan: “Akselerasi Rekrutmen, Pembinaan, dan Kaderisasi dengan Konsolidasi Jatidiri, Transformasi Gerakan Berjuta Dampak.”
Menurut KH Naspi Arsyad, Lc, akselerasi yang dilakukan harus memiliki arah yang jelas dan tetap berpijak pada landasan ideologis yang kuat dalam bingkai kebangsaan Indonesia. Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara visi keumatan dan identitas nasional sebagai kunci menjaga kohesi sosial dan memperkuat legitimasi gerakan di ruang publik.
Dalam arahannya, KH Naspi Arsyad, Lc juga menginstruksikan agar seluruh kegiatan organisasi, dari tingkat pusat hingga daerah, menampilkan simbol Merah Putih dalam setiap atribut acara. Hal ini dipandang sebagai bentuk peneguhan identitas kebangsaan yang harus hadir secara konsisten di setiap momentum Hidayatullah.
Ia menjelaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan implementasi dari hasil Rapat Kerja Nasional Hidayatullah tahun 2008 yang menetapkan Indonesia sebagai daarud da’wah. Dalam perspektif ini, Indonesia dipahami sebagai wilayah strategis bagi dakwah Islam yang dilakukan secara damai, konstitusional, dan berkontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.
Dengan kondisi masyarakat yang mayoritas Muslim serta keberagaman budaya yang dimiliki, Indonesia dinilai sebagai ladang amal peradaban yang sangat potensial. Oleh karena itu, kader Hidayatullah diharapkan mampu berperan aktif dalam membina umat, memperkuat moral publik, serta menghadirkan nilai-nilai Islam dalam berbagai sektor kehidupan.
“NKRI ini adalah daarud da’wah, dan ini merupakan warisan para ulama kita yang harus dijaga,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, KH Naspi Arsyad, Lc juga memaparkan empat pilar utama akselerasi gerakan, yaitu Responsif, Masif, Inovatif, dan Adaptif. Pilar Responsif menuntut organisasi untuk cepat merespons persoalan umat dengan berbasis data, solusi, dan kebijaksanaan. Sementara itu, Masif menekankan perluasan jangkauan dakwah, Inovatif mendorong pembaruan metode, dan Adaptif mengharuskan fleksibilitas dalam menghadapi perubahan.
Ia juga menyoroti pentingnya perubahan paradigma dari eksklusif menuju inklusif agar organisasi mampu memberikan dampak sosial yang lebih luas dan nyata.
Di sisi lain, KH Naspi Arsyad, Lc menekankan perlunya desain kepemimpinan yang terstruktur dan tidak lagi bergantung pada proses yang bersifat spontan. Menurutnya, Dewan Pengurus Wilayah (DPW) memiliki peran strategis sebagai arsitek dalam merancang pola kaderisasi dan promosi kepemimpinan secara sistematis.
“Harus ada desain yang jelas. DPW memegang peran penting dalam memastikan kader-kader potensial dapat tampil dan berkontribusi di tingkat yang lebih luas,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya keselarasan langkah antara pusat dan daerah agar seluruh energi organisasi dapat bergerak dalam satu arah yang sama. Koordinasi yang intensif dalam workshop ini, menurutnya, merupakan kebutuhan strategis, bukan beban bagi para kader di daerah.
“Kita ingin gerakan ini berjalan dengan akselerasi yang seragam dari pusat hingga daerah,” tambahnya.
Workshop ini juga diikuti oleh berbagai perwakilan wilayah dari seluruh Indonesia. Dari Sumatera Selatan, turut hadir Ustadz Muhammad Asdar, Kadep Perkaderan DPW Hidayatullah Sumsel, yang mengikuti rangkaian kegiatan sebagai bagian dari upaya penguatan sistem kaderisasi di tingkat wilayah.
Di akhir sambutannya, KH Naspi Arsyad, Lc menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan peserta atas dedikasi dan pengorbanan mereka dalam menyukseskan kegiatan ini. Ia berharap workshop ini mampu melahirkan langkah-langkah konkret untuk mewujudkan gerakan Hidayatullah yang lebih berdampak luas bagi umat dan bangsa. *|