![]() |
| Pengurus Wilayah (PW) Mushida Sumatera Selatan periode 2025–2030 didampingi oleh Pengurus Pusat Muslimat Hidayatullah |
Banyuasin, Hidayatullahsumsel.com – Musyawarah Wilayah (Muswil) VI Muslimat Hidayatullah (Mushida) Sumatera Selatan memasuki hari kedua pelaksanaan di Baitul Quran Adibatussumayah, Kabupaten Banyuasin, Sabtu (3/1). Melalui sidang pleno yang berlangsung secara khidmat dan musyawarah mufakat, Muswil menetapkan susunan Majelis Murabiyyah Wilayah (MMW) serta Pengurus Wilayah (PW) Mushida Sumsel untuk masa bakti 2025–2030.
Sekitar 25 peserta yang merupakan delegasi Pengurus Daerah (PD) dari Banyuasin, Ogan Ilir, Muara Enim, Musi Rawas, Lahat, dan Empat Lawang mengikuti rangkaian sidang pleno tersebut. Hari kedua Muswil menjadi puncak agenda setelah pembukaan resmi yang digelar pada Jumat (2/1), sekaligus menegaskan komitmen organisasi dalam mengusung tema “Meneguhkan Peran Muslimah dalam Membangun Ketahanan Keluarga Menuju Indonesia Emas.”
Proses pemilihan pengurus dilakukan melalui mekanisme musyawarah mufakat dengan menjunjung tinggi prinsip syura. Nilai ini menjadi landasan utama dalam pengambilan keputusan organisasi, sebagaimana diajarkan dalam Al-Qur’an, khususnya Surah Asy-Syura ayat 38, sebagai upaya menghadirkan kepemimpinan yang amanah dan berorientasi pada kemaslahatan umat.
![]() |
| Dewan Murabiyyah Wilayah (DMW) beserta Pengurus Wilayah (PW) Mushida Sumsel untuk masa bakti 2025–2030 |
Hasil sidang pleno menetapkan Ustadzah Siti Arfah, M.Pd. sebagai Ketua Majelis Murabbiyah Wilayah (MMW) Mushida Sumatera Selatan periode 2025–2030. Ia didampingi oleh Ustadzah Erni Suharti, S.Pd.I. dan Ustadzah Rosidah sebagai anggota. Prosesi pelantikan dilakukan oleh Ustadzah Sudaryani, S.Pd., S.E., selaku Ketua Departemen Dakwah dan Pelayanan Umat Pengurus Pusat Muslimat Hidayatullah.
Setelah pelantikan MMW, agenda dilanjutkan dengan pelantikan Pengurus Wilayah (PW) Mushida Sumatera Selatan periode 2025–2030. Pelantikan dipimpin oleh Ustadzah Ina Sriwahyuni, S.Pd., Ketua Departemen Ekonomi PP Mushida. Dalam struktur kepengurusan yang ditetapkan,
1. Nur Syahidah dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua,
2. Puput Astuti, S.Pd. sebagai Sekretaris, dan
3. Hadirah sebagai Bendahara.
Sementara itu, jajaran ketua departemen terdiri atas
1. Puput Astuti, S.Pd. di Departemen Organisasi;
2. Ilma Wati, S.H.I. di Departemen Dakwah dan Perkaderan;
3. Nur Asiyah Alawiyah di Departemen Ekonomi;
4. Eliza Fristi Apriani, S.Pd. di Departemen Pendidikan PAUD, Keluarga, dan Kepengasuhan Putri; serta
5. Hadirah yang juga membidangi Departemen Keputrian.
Pelantikan pengurus ditutup dengan doa dan tausiyah singkat yang menegaskan kembali arah gerak Mushida Sumsel dalam memperkuat peran perempuan Muslim di bidang dakwah, pendidikan, sosial, serta pengembangan ekonomi berbasis syariah. Kepengurusan baru diharapkan mampu menjaga kesinambungan program sekaligus menjawab tantangan zaman dengan pendekatan yang adaptif dan solutif.
![]() |
| Ustadzah Ina Sriwahyuni, Ketua Departemen Ekonomi PP Mushida |
Dalam rangkaian Muswil tersebut, Ustadzah Ina Sriwahyuni turut menyampaikan materi penguatan ekonomi Mushida. Ia menyoroti pentingnya kemandirian finansial perempuan sebagai fondasi ketahanan keluarga. Menurutnya, pengembangan unit usaha halal, koperasi keluarga, serta peningkatan literasi keuangan Islami menjadi langkah strategis yang perlu terus diperkuat. Prinsip-prinsip muamalah berdasar nilai srariah dinilai relevan untuk mendorong kesejahteraan umat secara berkelanjutan dan sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.
Penguatan ideologis juga disampaikan oleh Bendahara Umum PP Mushida, Ustadzah Rahmah El-Halimiyah, S.Sos.I., M.Pd., yang membawakan materi Manhaj Nabawi: Sistematika Wahyu. Materi ini menjadi pengingat pentingnya menjadikan nilai-nilai manhaj sebagai pedoman dalam menjalankan amanah organisasi, baik dalam aspek dakwah, pendidikan, maupun pemberdayaan masyarakat.
Dengan ditetapkannya kepengurusan baru, Mushida Sumatera Selatan diharapkan semakin berkontribusi aktif melalui program-program strategis, seperti pengembangan TPA Islami, pelatihan kewirausahaan perempuan, serta penguatan program keluarga sakinah. Selama ini, Mushida dikenal konsisten bergerak dalam bidang dakwah, pendidikan, sosial, dan ekonomi dengan fokus pada pemberdayaan perempuan, keluarga, dan anak sebagai pilar utama pembangunan umat.
Muswil VI Mushida Sumsel ditutup secara resmi pada pukul 15.00 WIB. Seluruh peserta menyatakan komitmen untuk merealisasikan rencana kerja yang telah dirumuskan bersama. Ketua DMW terpilih, Ustadzah Siti Arfah, menegaskan kesiapan pihaknya untuk bersinergi dengan Pengurus Wilayah dalam memberdayakan muslimah Sumatera Selatan dan menjadikan keluarga sebagai basis ketahanan peradaban. Senada dengan itu, Ustadzah Erni Suharti berharap kepengurusan baru ini mampu menjadi teladan dan menghadirkan keberkahan bagi masyarakat Sumatera Selatan melalui dakwah dan amal shaleh. *|
Reporter: PW Mushida Sumsel
Editor: Kosim


