Langsung ke konten utama

Gelar Rapat Kerja, 8 PD Mushida se-Sumsel Ikuti Rakerwil dan Rakerda Gabungan



Sebanyak 8 Pengurus Daerah (PD) Muslimat Hidayatullah (Mushida) se-Sumatera Selatan mengikuti Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) tanggal  25-27 Juni 2021 di Kampus Madya Banyuasin.

Ketua PW Muslimat Hidayatullah Sumatera Selatan, Ainun Jariyah, menjelaskan,  rapat kerja ini adalah kegiatan tahunan untuk membahas program-program kerja yang akan dilaksanakan.



"Jadi, ada 8 pengurus daerah Mushida di Sumatera Selatan yang hadir. Raker ini membahas program-program kerja yang nantinya akan dilaksanakan oleh para pengurus" ujar Ainun Jariyah.

Lebih lanjut beliau menambahkan, kegiatan ini berawal dari adanya kegiatan musyawarah nasional (munas) yang diselenggarakan di Jakarta Januari lalu. Setelah munas, Mushida mengadakan musyawarah wilayah (muswil). Selanjutnya mengadakan musyawarah daerah (musda).



Setelah melewati serangkaian itu, kemudian Mushida mengadakan rakernas untuk merancang program-program yang dilaksanakan secara nasional. "Jadi, ketika rakernas, kami mendapatkan program-program pokok dari pusat yang bisa kami kerjakan di wilayah," ujar Ainun.

Diketahui, di Mushida sendiri ada beberapa departemen. Yakni Departemen Dakwah, departemen perkaderan, departemen Pembinaan Umat, Departemen Pendidikan, Departemen Organisasi, Departemen Keputrian, serta Departemen Ekonomi dan Sosial. Ketujuh departemen tersebut akan membuat program yang merupakan program turunan.


Rapat Kerja Wilayah Mushida ini mengambil tema "Konsolidasi Idiil, Wawasan, dan Organisasi, Demi Terwujudnya Standarisasi, Sentralisasi, dan Integrasi Sistemik".

Selain rapat kerja wilayah, Mushida juga mengadakan rapat kerja daerah gabungan. 

*******

Muslimat Hidayatullah (Mushida) adalah organisasi pendukung yang berinduk pada ormas Islam nasional Hidayatullah yang dideklarasikan pada tahun 2000 bertepatan dengan Musyawarah Nasional (Munas) Hidayatullah pertama di Gunung Tembak, Balikpapan, Kalimantan Timur.

Visi Mushida adalah “Membangun keluarga Qur’ani sebagai tonggak utama terwujudnya masyarakat bertauhid”. Untuk menggapai visi tersebut maka setiap program Mushida mengarah kepada pembentukan pribadi muslimah dalam menunjang perannya sebagai pribadi, istri, ibu dan sebagai anggota masyarakat.


Komentar