Sedekah Jumat dan Pembagian Jilbab, Mushida Sumsel Peringati Hari Solidaritas Jilbab se-Dunia



BANYUASIN, HIDAYATULLAHSUMSEL.COM — Suasana Jumat di sejumlah wilayah Sumatera Selatan menjadi momentum berbagi bagi Pengurus Wilayah Muslimat Hidayatullah (PW Mushida) Sumatera Selatan bersama Pengurus Daerah (PD) Mushida Banyuasin.

Melalui kegiatan Sedekah Jumat (Semat) berupa pembagian paket sembako dan pembagian jilbab, Mushida Sumsel memperingati Hari Solidaritas Jilbab se-Dunia (HSJD) yang digelar pada Jumat, 4 September 2026.

Kegiatan berlangsung di sejumlah titik, yakni Desa Parit dan Desa Tanjung Kerang, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin, serta kawasan Plaju, Kota Palembang.

Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda berbagi paket sembako dan perlengkapan busana Muslimah. Di balik pembagian jilbab, Mushida ingin menghidupkan pesan solidaritas dan kepedulian terhadap perempuan Muslimah, sekaligus mengajak masyarakat melihat jilbab sebagai bagian dari identitas dan kehormatan seorang Muslimah.

Ketua PW Mushida Sumsel, Nur Syahidah, mengatakan peringatan HSJD menjadi kesempatan bagi Mushida untuk menghadirkan kegiatan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.

“Semangat Hari Solidaritas Jilbab se-Dunia tidak cukup hanya dengan memperingatinya sebagai sebuah momentum. Yang lebih penting adalah bagaimana semangat solidaritas itu diwujudkan dalam bentuk kepedulian dan aksi nyata di tengah masyarakat,” ujar Nur Syahidah.

Menurut dia, pembagian jilbab dan paket sembako merupakan bentuk sederhana untuk menyampaikan pesan tersebut. Bantuan yang diberikan diharapkan dapat memberikan manfaat sekaligus menjadi pengingat bahwa setiap Muslimah memiliki hak untuk menjalankan keyakinannya dengan baik.

“Kami ingin menghadirkan HSJD dengan cara yang dekat dengan masyarakat. Sedekah Jumat berupa pembagian paket sembako menjadi sarana berbagi, sementara pembagian jilbab menjadi bagian dari ikhtiar menumbuhkan kepedulian terhadap Muslimah dan menguatkan kesadaran tentang pentingnya menutup aurat,” katanya.



Berbagi di Tengah Masyarakat

Sejak Jumat pagi, para pengurus dan kader Mushida bergerak menuju sejumlah lokasi yang telah ditentukan. Mereka menyiapkan paket sembako untuk kegiatan Sedekah Jumat sekaligus jilbab yang akan dibagikan kepada masyarakat.

Di Desa Parit dan Desa Tanjung Kerang, Kecamatan Rambutan, kegiatan melibatkan PD Mushida Banyuasin. Sementara di kawasan Plaju, Kota Palembang, kegiatan juga menjadi bagian dari rangkaian aksi sosial PW Mushida Sumsel dalam memperingati HSJD.

Interaksi langsung dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Para pengurus tidak hanya menyerahkan paket sembako dan jilbab, tetapi juga membangun komunikasi dengan warga yang ditemui.

Bagi Mushida, pendekatan semacam itu penting agar kegiatan sosial tidak berhenti pada pembagian bantuan. Kehadiran organisasi di tengah masyarakat diharapkan dapat membangun hubungan yang lebih dekat dan membuka ruang bagi berbagai bentuk kerja sama sosial di kemudian hari.

Ketua Panitia HSJD, Nur Asiah Alawiyah, mengatakan kegiatan tersebut dirancang dengan semangat sederhana: menghadirkan kepedulian melalui sesuatu yang dapat langsung dirasakan masyarakat.

“Semangat yang ingin kami bawa dalam HSJD tahun ini adalah solidaritas yang diwujudkan dalam tindakan. Kami memilih Sedekah Jumat berupa pembagian paket sembako dan pembagian jilbab karena keduanya dekat dengan kehidupan masyarakat dan dapat dilakukan secara langsung,” ujar Nur Asiah.

Ia menambahkan, pembagian jilbab juga diharapkan dapat menjadi sarana edukasi yang disampaikan dengan pendekatan persuasif, bukan sekadar simbolis.

“Kami berharap jilbab yang dibagikan bukan hanya menjadi pemberian, tetapi juga menjadi pengingat tentang identitas seorang Muslimah, sekaligus bentuk dukungan dan kepedulian kita kepada saudari-saudari Muslimah,” katanya.


Menguatkan Solidaritas

Hari Solidaritas Jilbab se-Dunia menjadi momentum untuk mengingat kembali pentingnya kebebasan dan penghormatan terhadap pilihan perempuan Muslimah dalam menjalankan ajaran agamanya.

Dalam konteks tersebut, Mushida Sumsel menempatkan kegiatan sosial sebagai salah satu cara untuk menerjemahkan solidaritas dalam kehidupan sehari-hari.

Solidaritas, menurut Nur Syahidah, tidak selalu harus diwujudkan melalui kegiatan besar. Kepedulian dapat dimulai dari hal sederhana yang dilakukan secara konsisten.

“Kadang solidaritas itu dimulai dari hal yang sederhana. Kita berbagi paket sembako, memberikan jilbab, menyapa masyarakat, mendengarkan kebutuhan mereka. Hal-hal kecil seperti itu kalau dilakukan bersama-sama akan menjadi energi sosial yang besar,” ujarnya.



Ia berharap kegiatan HSJD dapat terus berkembang menjadi gerakan yang tidak hanya berlangsung dalam satu hari. Semangat berbagi dan kepedulian terhadap Muslimah, kata dia, perlu menjadi bagian dari aktivitas sosial Mushida secara berkelanjutan.

“Harapannya tentu bukan hanya selesai pada kegiatan Jumat ini. Semangatnya harus terus hidup. Kita ingin kader-kader Mushida semakin peka melihat persoalan masyarakat dan semakin siap hadir memberikan manfaat,” tutur Nur Syahidah.

Hal senada disampaikan Nur Asiah. Menurutnya, keterlibatan kader dalam kegiatan sosial juga memiliki nilai pembelajaran tersendiri.

“Kegiatan seperti ini menjadi ruang bagi para kader untuk belajar hadir di tengah masyarakat. Mereka belajar berbagi, berkomunikasi, bekerja sama, dan memahami bahwa dakwah juga dapat dilakukan melalui pelayanan sosial,” katanya.


Dari Jilbab hingga Kepedulian

Bagi masyarakat penerima, paket sembako dan jilbab yang dibagikan mungkin terlihat sebagai pemberian sederhana. Namun bagi penyelenggara, kegiatan tersebut membawa pesan yang lebih luas.

Jilbab menjadi simbol solidaritas, sementara paket sembako dalam Sedekah Jumat menjadi bentuk kepedulian sosial. Keduanya dipertemukan dalam satu kegiatan yang bertujuan menghadirkan manfaat secara langsung.

PW Mushida Sumsel bersama PD Mushida Banyuasin berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat budaya berbagi sekaligus memperluas kepedulian masyarakat terhadap sesama.

“Semoga apa yang kami lakukan ini menjadi bagian kecil dari ikhtiar membangun masyarakat yang saling peduli. Kami juga berharap semakin banyak pihak yang tergerak untuk berbagi dan memberikan perhatian kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ujar Nur Syahidah.

Peringatan HSJD di Sumatera Selatan akhirnya tidak berhenti pada seremoni. Dari Desa Parit, Tanjung Kerang hingga Plaju, pesan solidaritas dibawa melalui aktivitas yang sederhana: membagikan paket sembako, membagikan jilbab, dan menyapa masyarakat.

Di tengah kehidupan sosial yang terus bergerak, kegiatan semacam itu mengingatkan bahwa kepedulian tidak selalu membutuhkan sesuatu yang besar. Ia bisa tumbuh dari paket sembako yang diberikan, sehelai jilbab yang dibagikan, atau sekadar kesediaan untuk hadir dan menyapa.

Bagi Mushida Sumsel, itulah cara sederhana merawat solidaritas: hadir, berbagi, dan memberi manfaat.

Posting Komentar

Silakan memberikan komentar.
Untuk menghindari adanya spam, mohon maaf, komentar akan kami moderasi terlebih dahulu sebelum ditayangkan.

Terima kasih.