Banyuasin, HidayatullahSumsel.com— Komitmen untuk memperkuat dakwah hingga ke pelosok terus diwujudkan oleh Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Perwakilan Sumatera Selatan. Melalui Program Dai Tangguh, amanah dari para donatur kembali disalurkan kepada para dai yang bertugas di wilayah Rambutan, Kabupaten Banyuasin, pada Rabu (1/7/2026). Bantuan logistik tersebut menjadi bukti nyata bahwa kepedulian masyarakat mampu menghadirkan semangat baru bagi para pejuang dakwah yang setiap hari mengabdikan diri di tengah umat.
Para Dai Tangguh bukan hanya hadir sebagai penyampai syiar Islam. Di berbagai daerah binaan, mereka menjalankan beragam peran penting, mulai dari menjadi guru mengaji bagi anak-anak, membina remaja, menguatkan nilai-nilai keislaman di tengah keluarga, hingga menjadi penggerak kegiatan sosial dan pemersatu masyarakat. Tidak sedikit dari mereka yang bertugas di wilayah dengan akses terbatas dan fasilitas yang sederhana, namun tetap istiqamah menjalankan amanah dakwah dengan penuh keikhlasan.
Karena itulah, Program Dai Tangguh menjadi salah satu ikhtiar BMH untuk memastikan para dai tetap dapat menjalankan tugasnya secara optimal. Bantuan yang disalurkan bukan sekadar memenuhi kebutuhan logistik, tetapi juga menjadi bentuk perhatian dan dukungan moral dari masyarakat kepada mereka yang berada di garda terdepan dalam membina umat.
Ketua Perwakilan BMH Sumatera Selatan, Syaiful Adam, SE, menegaskan bahwa setiap rupiah yang diamanahkan oleh para donatur memiliki dampak besar bagi keberlangsungan dakwah di daerah-daerah pelosok.
"Setiap amanah yang dititipkan para donatur adalah energi bagi para dai untuk terus mengabdi kepada umat. Bantuan ini bukan hanya memenuhi kebutuhan logistik, tetapi juga menjadi penyemangat agar mereka semakin kokoh menjalankan tugas dakwah. Atas nama BMH Sumatera Selatan, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BMH. Insya Allah, setiap kebaikan yang diberikan akan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir," ujar Saiful Adam.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan dakwah tidak hanya ditentukan oleh para dai di lapangan, tetapi juga oleh besarnya dukungan masyarakat yang turut mengambil bagian melalui zakat, infak, sedekah, maupun berbagai bentuk kepedulian lainnya. Menurutnya, kolaborasi antara para dai dan para donatur merupakan jembatan kebaikan yang mampu menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat.
Melalui Program Dai Tangguh, BMH Sumsel berharap semakin banyak dai yang dapat terus menjalankan tugas pembinaan umat secara berkelanjutan. Kehadiran mereka di tengah masyarakat diharapkan mampu memperkuat ukhuwah Islamiyah, meningkatkan kualitas pendidikan Al-Qur'an, membangun kepedulian sosial, serta menghadirkan solusi atas berbagai persoalan umat di daerah-daerah binaan.
BMH Sumsel juga mengajak masyarakat untuk terus menjadi bagian dari gerakan kebaikan ini. Sebab, mendukung perjuangan para Dai Tangguh berarti ikut menanamkan investasi akhirat melalui penguatan dakwah, pendidikan, dan pelayanan sosial yang manfaatnya dirasakan oleh masyarakat luas.
Terima kasih kepada seluruh #OrangBaik yang telah menjadi bagian dari jembatan kebaikan ini. Semoga Allah SWT menerima setiap amal yang ditunaikan, melimpahkan keberkahan dalam harta dan kehidupan, serta menjadikannya sebagai amal jariyah yang terus mengalir hingga akhirat kelak.
Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Perwakilan Sumatera Selatan merupakan lembaga amil zakat nasional yang berfokus pada penghimpunan dan pendayagunaan dana zakat, infak, sedekah, serta dana kemanusiaan untuk mendukung program dakwah, pendidikan, sosial kemanusiaan, dan pemberdayaan ekonomi umat. Melalui berbagai program yang berkelanjutan, BMH terus berupaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menjadi penghubung antara kebaikan para donatur dengan mereka yang membutuhkan di berbagai wilayah Sumatera Selatan. *| Safran / Kosim