Silaturahim Syawal Hidayatullah Sumsel: Kerja Bakti hingga Halal Bihalal Perkuat Ukhuwah


Banyuasin, HidayatullahSumsel.com
— Semangat kebersamaan dan kepedulian lingkungan mewarnai kegiatan Silaturahim Syawal yang digelar Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Sumatera Selatan, Jumat (27/3/2026). Kegiatan yang dipusatkan di kawasan Kampus Madya Hidayatullah Banyuasin ini diawali dengan kerja bakti bersama, kemudian dilanjutkan dengan halal bihalal usai pelaksanaan Salat Jumat.

Sejak pagi hari, warga kampus, santri, serta para ummahat telah berkumpul untuk melaksanakan kerja bakti yang dimulai pukul 08.00 WIB. Fokus kegiatan diarahkan pada pembersihan area empang di kawasan santri putri yang selama ini menjadi salah satu titik penting dalam lingkungan pesantren.

Dengan peralatan sederhana, para peserta kerja bakti tampak kompak membersihkan berbagai jenis tanaman liar seperti gulma, kangkung, genjer, hingga azalea yang tumbuh memenuhi permukaan empang. Aktivitas ini berlangsung hingga pukul 11.00 WIB dengan suasana penuh semangat gotong royong.

Kerja bakti tersebut tidak sekadar menjadi kegiatan fisik, melainkan juga sarana mempererat hubungan antarsesama warga pesantren. Interaksi hangat yang terjalin selama kegiatan mencerminkan nilai-nilai ukhuwah Islamiyah yang menjadi ruh dalam kehidupan pesantren.

“Kerja bakti ini bukan hanya membersihkan lingkungan, tetapi juga membersihkan hati kita dari sekat-sekat yang mungkin muncul tanpa disadari,” ujar salah seorang peserta di sela kegiatan.

Usai pelaksanaan Salat Jumat, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan halal bihalal yang diikuti oleh warga serta ummahat Kampus Madya Hidayatullah Banyuasin. Momentum ini menjadi ajang saling memaafkan sekaligus memperkuat kembali tali silaturahim pasca-Ramadhan dan Idul Fitri.


Dalam suasana yang khidmat dan penuh kehangatan, kegiatan halal bihalal diisi dengan tausiyah dari Ketua Dewan Murabbi Wilayah (DMW) Hidayatullah Sumatera Selatan, Ustadz Yusup Ruswandi, M.Pd. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya menjaga dan memperkuat ukhuwah serta hubungan dengan Allah SWT.

“Syawal artinya penguatan. Momentum Syawal ini hendaknya kita jadikan sebagai titik awal untuk memperkuat ukhuwah di antara kita dan sekaligus memperbaiki serta mempererat hubungan kita dengan Allah. Sebab, keduanya adalah fondasi utama dalam membangun kehidupan yang diridhai-Nya,” ungkap Ustadz Yusup.

Ia juga mengingatkan bahwa hubungan antarmanusia yang baik tidak dapat dipisahkan dari kualitas hubungan seorang hamba dengan Rabb-nya, dalam hal ibadah dan tilawah Alquran, misalnya.

Sementara itu, Ketua DPW Hidayatullah Sumatera Selatan, Ustadz Irwan Sambasong, S.Pd.I, S.H., dalam tausiyahnya menyoroti pentingnya menjaga hati dari rasa tidak nyaman terhadap sesama. Menurutnya, perasaan negatif yang dibiarkan dapat menjadi sebab runtuhnya silaturahim.

“Rasa ketidaknyamanan dengan saudara itu dampaknya berat. Bisa meruntuhkan silaturahim. Bahkan, yang memutus silaturahim ancamannya adalah neraka. Ini yang harus kita obati,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa solusi utama untuk mengatasi penyakit hati tersebut adalah dengan kembali kepada Alquran sebagai sumber penyembuhan.

“Allah telah menurunkan Alquran sebagai syifa’, sebagai obat. Maka ketika hati kita mulai tidak nyaman, kembalilah kepada Alquran. Di situlah letak penyembuhannya,” lanjut Ustadz Irwan.

Pesan-pesan yang disampaikan dalam tausiyah tersebut menjadi pengingat bagi seluruh peserta bahwa silaturahim bukan sekadar tradisi, melainkan bagian dari ajaran Islam yang memiliki konsekuensi besar dalam kehidupan seorang Muslim.

Kegiatan halal bihalal kemudian ditutup dengan makan bersama. Suasana kebersamaan terasa begitu kental, menandai kuatnya ikatan persaudaraan yang terjalin di lingkungan pesantren.

Melalui rangkaian kegiatan ini, Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Sumatera Selatan berharap nilai-nilai kebersamaan, kepedulian, serta ukhuwah dapat terus tumbuh dan mengakar di tengah seluruh warga kampus.

Silaturahim Syawal tahun ini pun menjadi bukti bahwa kebersamaan tidak hanya dibangun melalui kata-kata, tetapi juga melalui aksi nyata—mulai dari kerja bakti membersihkan lingkungan hingga saling menguatkan melalui tausiyah dan doa.

Di tengah dinamika kehidupan yang kian kompleks, kegiatan seperti ini menjadi oase yang menyejukkan, mengingatkan kembali pentingnya menjaga hubungan baik dengan sesama dan dengan Allah SWT. Sebab, dari sanalah keberkahan hidup akan senantiasa mengalir. *| Kosim / Foto: Setra Ariansyah

Posting Komentar

Silakan memberikan komentar.
Untuk menghindari adanya spam, mohon maaf, komentar akan kami moderasi terlebih dahulu sebelum ditayangkan.

Terima kasih.