⏳ Sejarah Singkat Hidayatullah Nasional
Cikal bakal Hidayatullah dimulai sejak 7 Januari 1972 Masehi atau 2 Dzulhijjah 1392 Hijriyah berupa sebuah pesantren di Karang Bugis, Kalimantan Timur. Pesantren ini diresmikan oleh Menteri Agama Republik Indonesia, yang kala itu dijabat oleh Prof. Dr. Mukti Ali, pada tahun 1976.
Selanjutnya Ustadz Abdullah Said, pendiri Hidayatullah, membuka pesantren baru di Gunung Tembak, Balikpapan, Kalimantan Timur. Pesantren baru ini dikenal dengan nama Kampus Induk Hidayatullah, yang kemudian menjadi pusat kultur jaringan Hidayatullah.
Saat ini, di Kampus Induk Hidayatullah yang berada di atas lahan wakaf seluas sekitar 120 hektar ini telah berdiri masjid, gedung-gedung sekolah dan perguruan tinggi, aula pertemuan, kantor, guest house, perumahan warga, juga dilengkapi sarana umum serta lingkungan hijau yang ditata sedemikian rupa sehingga tampak asri.
Dalam perkembangan selanjutnya, Ustadz Abdullah Said mengirimkan santri-santrinya berdakwah ke berbagai daerah di seluruh Indonesia, khususnya daerah-daerah pedalaman dan minoritas Muslim. Di tempat tugas tersebut, para santri Hidayatullah tak sekadar berdakwah, tetapi juga membangun cabang-cabang pesantren.
Pada akhirnya, tersebarlah pesantren ini ke seluruh Indonesia dengan jumlah jaringan: 610 kampus dan 1.856 Jaringan Hidayatullah di seluruh Indonesia yang terdiri dari 1000 RQH, 38 DPW, 402 DPD, 420 DPC, dan 34 DPRa Hidayatullah di seluruh Indonesia (Data per Juli 2023).
Setelah Ustadz Abdullah Said wafat tahun 1998, kepemimpinan Hidayatullah dilanjutkan oleh Ustadz Abdurrahman Muhammad. Melalui Musyawarah Nasional pertama tanggal 9-13 Juli 2000 di Balikpapan, Hidayatullah secara resmi mengubah bentuknya dari organisasi sosial menjadi Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) dengan 5 jenjang kepengurusan. Pengurus Pusat kini berkedudukan di Ibukota Negara, Jakarta.
🌴 Sejarah Berdirinya Hidayatullah Sumatera Selatan
1. Periode Perintisan Pesantren (1991-2001)
Pondok Hidayatullah Sumatera Selatan (sekarang Kampus Madya Hidayatullah Banyuasin) didirikan oleh Ustadz Amin Mahmud tahun 1994, petugas dari Pondok Pesantren Hidayatullah Pusat Balikpapan yang diutus untuk mendirikan cabang di Sumatera Selatan.
Ustadz Amin Mahmud diberi pilihan tempat dakwah oleh mendiang Abdullah Said (allahu yarham), pendiri Pesantren Hidayatullah, Balikpapan. Pilihan itu sama-sama beratnya: Palembang yang kala itu lekat dengan stigma kriminalitas tinggi, atau Papua yang dikenal dengan tantangan alam dan endemi malarianya.
Pilihannya lalu jatuh ke Palembang. Tentu dengan berbagai pertimbangan. Seperti penugasan dai Hidayatullah pada umumnya, beliau membuka cabang Palembang dari nol tanpa modal finansial. Beliau membawa serta putra-putri yang masih kecil dan menetap sejak 1991 sampai 2001.
Ustadz Amin Mahmud kemudian mendapat lahan wakaf dari seorang dermawan di Desa Tanjung Merbau, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Musi Banyuasin (sekarang Banyuasin). Lahan tersebut awalnya masih berupa hutan lebat angker dan rawa-rawa. Beliau berjuang membangun kompleks gubuk kayu di atas lahan seluas 20 hektar tersebut hingga pelan-pelan berdiri masjid yang representatif, asrama, dan sekolah.
Kekuatan Qiyamul Lail (Shalat Malam)
Ustadz Amin Mahmud menekankan bahwa segala bantuan dan pembangunan fisik digerakkan oleh Allah melalui istiqomah shalat tahajud bersama santri setiap malam mulai pukul 02.30 dini hari. Untuk menjaga keamanan dari maraknya pencurian hewan ternak, diterapkan pula sistem piket malam (Ribath).
Pesantren mulai berkembang dan melayani santri yatim piatu serta dhuafa secara gratis. Pendidikan awal bermula dari Madrasah Tsanawiyah (MTs). Setelah Ustadz Amin Mahmud dipindahtugaskan ke Jawa (Kudus dan Cepu), estafet perjuangan diteruskan oleh para kader penerus.
Saat ini, Pondok Pesantren Hidayatullah Rambutan telah berkembang pesat dan mengelola lembaga formal: RA Yaa Bunayya, MI Mardhatillah (Full Day School), MTs Mardhatillah Putra/Putri (Boarding School), dan MA Mardhatillah Putra/Putri (Boarding School).
2. Periode Transisi Organisasi (2001-2008)
Pasca penugasan Ustadz Amin Mahmud ke Jawa, estafet kepemimpinan struktural di Sumatera Selatan diteruskan berturut-turut oleh:
- Ustadz Drs. Ali Hermawan
- Ustadz Daman Huri (Almarhum)
- Ustadz Muhammad Asdar
3. Periode Pengembangan Wilayah (2008 - Sekarang)
A. Era Kepemimpinan Ustadz Drs. Wahyu Rahman, MM
Hidayatullah berhasil membuka cabang pelopor pertamanya di luar kampus induk, yaitu Kabupaten Musi Rawas, yang dirintis oleh Ustadz Arif Subani. Saat ini Kampus Musi Rawas telah berkembang dan memiliki lembaga formal tingkat RA dan MI.
B. Era Kepemimpinan Ustadz Ahmad MS (2010-2020)
Pada periode ini, perluasan dakwah bergerak masif dengan membuka 5 (lima) cabang definitif baru:
- Kabupaten Lahat (Kec. Kota Agung): Dirintis oleh Ustadz Budiman Steinhard. Kini telah berdiri infrastruktur kokoh berupa masjid, rumah warga, dan Ruang Kelas Baru (RKB).
- Kabupaten Muara Enim: Dirintis oleh Ustadz Sahirul Alim di atas lahan seluas 2 hektar. Telah mandiri membangun masjid, asrama santri, saung belajar, dan unit RKB.
- Kabupaten Ogan Ilir (Kec. Indralaya Utara): Dirintis oleh Ustadz Kosim Abu Aziyz seluas 2 hektar. Fokus pada pengembangan ekonomi produktif dan program Tahfizh Al-Qur'an Putra.
- Kabupaten OKU Timur (Belitang): Aliansi strategis dengan Kementerian Transmigrasi dalam pengelolaan program Islamic Centre. Dipelopori oleh Ustadz Dwi Agung.
- Kabupaten Musi Banyuasin (Kec. Bayung Lencir): Dirintis oleh Ustadz Nurial di atas lahan 2 hektar. Mengembangkan sektor perkebunan kelapa sawit swadaya, musholla, dan ruang kelas.
C. Era Kepemimpinan Ustadz Lukman Hakim, S.Pd.I, M.H.I (2020-2025)
Melanjutkan ekspansi pendirian cabang daerah dan perluasan lahan wakaf:
- Kabupaten Banyuasin (Kec. Rambutan): Rintisan Kampus II oleh Ustadz Agus Shomad, S.Pd.I. Membuka program Tahfizh Al-Qur'an Muqim dan non-muqim serta halaqoh taklim kaum ibu.
- Kabupaten Empat Lawang: Dirintis oleh Ustadz Eko Purnomo. Telah merampungkan bangunan masjid, rumah dinas asatidz, dan akselerasi RKB.
- Kota Palembang: Pendirian simpul DPD baru yang berlokasi strategis, hanya 10 menit dari Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II.
📦 Tambahan Aset Wakaf Baru: Lahan 2 Hektar di Semendawai Suku III (OKU Timur), Lahan 3 Hektar di Merapi Barat (Lahat), dan Lahan 6.000 m² di Muara Emil (Muara Enim).
🎯 Visi Peradaban
Visi Utama Hidayatullah adalah Membangun Peradaban Islam.
Hidayatullah menegaskan diri sebagai Jamaatun minal Muslimin yang berpegang teguh pada prinsip Al-Wasathiyah (moderat) dalam membangun sinergi bersama seluruh elemen umat dan bangsa.
Peradaban Islam yang mulia hanya bisa tegak secara kokoh dengan mengikuti Manhaj Nabawi yang merujuk secara manhajiah pada Tartib Nuzuli (Sistematika Wahyu) sebagai taujih rabbani autentik.
🚀 Misi Strategis Organisasi
Guna merealisasikan visi besar di atas, misi utama organisasi bertumpu pada 7 pilar profetik:
- Melahirkan kader-kader da'i dan muallim yang berintegritas dan berkualitas secara spiritual maupun intelektual.
- Membangun komunitas Islami di berbagai daerah sebagai miniature peradaban yang asri dan inklusif.
- Menyelenggarakan tata kelola lembaga pendidikan, dakwah, aksi sosial, dan lembaga ekonomi secara profetik serta profesional.
- Membangun kemitraan dan sinergi kolektif bersama seluruh ormas Islam dalam gerakan amar ma'ruf nahi munkar.
- Berperan aktif dalam proses pembaharuan (tajdid) yang sehat di bidang pemikiran Islam.
- Mengajak jajaran pemerintah dan segenap komponen bangsa untuk mewujudkan NKRI yang bermartabat.
- Mendorong segenap elemen bangsa untuk mewujudkan kemaslahatan, ketahanan nasional, dan kejayaan NKRI.
🗺️ Peta Jaringan DPD Sumsel
Saat ini ekspansi struktural Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah telah resmi terbentuk di 12 dari 17 Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Selatan:
✅ DPD Resmi / Perintisan Matang
- DPD Hidayatullah Banyuasin
- DPD Hidayatullah Muara Enim
- DPD Hidayatullah Musi Banyuasin
- DPD Hidayatullah Musi Rawas
- DPD Hidayatullah Ogan Ilir
- DPD Hidayatullah OKU Timur
- DPD Hidayatullah Palembang
- DPD Hidayatullah Pagaralam
- DPD Hidayatullah Lahat (Tahap Perintisan)
- DPD Hidayatullah Lubuk Linggau (Tahap Perintisan)
- DPD Hidayatullah OKI (Tahap Perintisan)
- DPD Hidayatullah Empat Lawang (Tahap Perintisan)
🎯 Target Wilayah Rintisan Baru
- Kota Prabumulih
- Kabupaten PALI (Penukal Abab Lematang Ilir)
- Kabupaten OKU (Ogan Komering Ulu)
- Kabupaten OKU Selatan
- Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara)